ACSTF Gelar Diskusi Review 15 Tahun UUPA

2264

ACEHTIME.com – Achehnese Civil Society Task Force (ACSTF) menggelar diskusi review 15 tahun pelaksanaan Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA), di Banda Aceh, Kamis (17/12/2020). Kegiatan tersebut membahas sejumlah isu penting terkait optimalisasi dan implementasi UUPA yang akan berakhir alokasi dana otsus di tahun 2027.

Program manager ACSTF Hemma Marlenny menyebutkan, review implementasi UUPA bertujuan untuk mengetahui lebih jelas kelemahan, kekuatan, peluang dan tantangan selama 15 tahun, termasuk capaiannya.

Senada dengan itu, koordinator program ACSTF Nina Noviana menegaskan, ACSTF dulu terlibat aktif dalam merumuskan draf UUPA versi masyarakat sipil melalui Jaringan Demokrasi Aceh (JDA), maka kata dia, hal tersebut perlu terus diawasi dengan memberikan kajian-kajian agar para pemangku kebijakan pembangunan dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada.

Dikatakannya, UUPA adalah kerangka perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan, bukan hanya sebatas berakhirnya perang antara pemerintah Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM. Akan tetapi, tata kelola pemerintahan yang diatur dalam UUPA harus dijadikan modal pembangunan Aceh. Maka, adalah kewajiban bagi seluruh aparatur pemerintah Aceh dan kabupaten/kota untuk mengetahui, memahami dan menjalan UUPA.

Mantan aktivis Aceh yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar Juanda Djamal dalam pemaparannya menyebutkan, Aceh memiliki fondasi negara yang kuat sejak masa kesultanan, namun mengalami keruntuhan akibat perang yang panjang sehingga luput untuk membangun diskursus bernegara.

“Awalnya kita memiliki pelabuhan dan perdagangan internasional, namun hilang satu persatu dan terakhir keberadaan free port Sabang. 15 tahun damai, kita masih terus berproses untuk menemukan kerangka pergerakan politik yang lebih tepat, kita mesti menemukan sebuah kepentingan yang sama. Tantangan besar adalah menjadikan kapital yang kita bangun dalam 15 tahun ini sebagai kapital kebangkitan Aceh, meskipun dana otsus akan berakhir 7 tahun lagi, namun kesempatan yang masih tersisa ini wajib kita manfaatkan,” kata Juanda.

Hadir hadir pada kegiatan itu, Sosiolog pada Universitas Syah Kuala Otto Syamsuddin, Teuku Kamaruzzaman, M. Dahlan Sulaiman, Kamaruddin Andalah, Tgk Amni, Yarmen Dinamika, Afridal Darmi, Saiful Mahdi, Syarifah Rahmatillah, Yudi F. Fajran Zain, Tiara, Raihal Fajri, Dr Tasmiati Emsa, Sudirman, Norma Manalu, Teuku Murdani, dan sejumlah peserta lainnya. (ali)

Apa Komentar Anda?

Komentar