Ma’ruf: Banyak Orang Terjebak Mental Pencitraan

879

Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyoroti banyaknya orang yang terjebak dalam mental pencitraan dengan memublikasikan amalnya melalui media sosial (medsos). Kondisi ini membuat seseorang justru mengesampingkan niat untuk berbuat baik.

“Amal kebaikan yang dilakukan diorientasikan agar dikover media secara luas. Motivasinya hanya untuk membentuk citra diri, bukan berbuat kebajikan itu sendiri,” kata Ma’ruf dalam Haul ke-39 KH Abdul Hamid bin Abdullah bin Umar atau Mbah Hamid Pasuruan secara virtual dari Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020.

Menurut dia, banyaknya media publikasi di era digital justru digunakan sebagian orang sebagai alat ukur terhadap kebaikan tokoh. Sejatinya, kata dia, tidak semua hal yang dipublikasikan itu memiliki dampak positif.

Untuk itu, Ma’ruf berharap umat Islam lebih menekuni sikap Mbah Hamid yang menerapkan ajaran khumul, mengutamakan berbuat baik dengan menutupi kebaikan itu supaya tidak diketahui orang lain. Ma’ruf melihat Mbah Hamid dalam kehidupan amat tawadu.

“Sederhana dan menjauh dari publisitas. Hal seperti itu dalam tradisi ilmu tasawuf dikenal dengan khumul,” jelas dia.

Ma’ruf mengingatkan perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk tujuan kebaikan. Alih-alih untuk memamerkan kebaikan, media sosial seharusnya digunakan untuk menyebarkan ajaran agama Islam, seperti dakwah.

“Karena dakwah melalui digital jangkauannya lebih luas dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja,” ujar Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Apa Komentar Anda?

Komentar