Pimpinan PLN Bantah Anggapan Listrik Aceh Tergantung dari Medan

268
Komisi II DPR Aceh melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Pimpinan PLN Aceh di Ruang Rapat Komisi II DPRA di Banda Aceh, Selasa (3/3). DOKUMEN PLN ACEH


ACEHTIME.com | BANDA ACEH – 
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi menjelaskan secara sistem daya listrik untuk Aceh sangat cukup sehingga tidak perlu ketergantungan ke Medan.

“Hanya saja ketika terjadi gangguan transmisi maupun gangguan pembangkit maka pemadaman akan terjadi secara menyeluruh di Aceh karena sistem kita menganut pola interkonneksi. Ini yang sedang kami upayakan agar tidak berulang dan tim kami sangat solid di lapangan” kata Jefri pada Rapat Koordinasi dengan Anggota Komisi II DPRA terkait sinergitas/kegiatan menyangkut bidang tugas komisi di Ruang Rapat Komisi II DPRA, Banda Aceh, Selasa (3/3).

Penjelasan bahwa listrik Aceh tak tergantung dari Medan disampaikan Jefri menjawab pertanyaan Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir, SE, S. Ag. M. Ikom.

Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi II DPRA mempertanyakan tentang rumors yang berkembang di masyarakat bahwa listrik Aceh sering padam karena kita sangat tergantung dengan listrik Medan.

“Saya selaku Ketua Komisi II DPR Aceh mengucapkan terimakasih kepada Pak Jefri yang langsung datang sendiri memenuhi undangan kami sekaligus memboyong para punggawa yang bertanggung jawab langsung akan kinerja PLN Aceh, ini luar biasa sekali,” ujar Irpannusir ketika membuka pertemuan.

Namun, lanjutnya, “kami perlu penjelasan Bapak tentang rumors yang berkembang di masyarakat bahwa listrik Aceh sering padam karena kita sangat tergantung dengan listrik Medan.”

Di hadapan Komisi II DPRA, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi menjelaskan secara detail pola operasi PLN Aceh sekaligus menyampaikan sistem interkoneksi dan sistem distribusi.

Listrik puasa

Anggota Komisi II DPRA, Sulaiman, SE mempertanyakan terkait Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat prospek di Aceh untuk dimanfaatkan maupun dibangun oleh PLN.

“Apakah PLN tidak ada rencana membangun pembangkit baru dari sistem angin maupun air? Atau biar pihak ketiga yang bangun dan nantinya PLN yang membelinya. Perlu pula dijelaskan bagaimana kondisi listrik kita di bulan puasa nanti Pak GM?” tanya Sulaiman.

Menjawab pertanyaan Sulaiman, Jefri mengatakan PLN dalam membangun pembangkit ada mekanisme terpusat yang harus dilalui. Sementara itu untuk pembelian kWh juga sudah diatur oleh kementerian.

“Untuk pembangunan pembangkit baru sedang kita lakukan dan ini sudah terprogram secara pusat. Terkait pembelian kWh juga sudah diatur dalam Peraturan Kementerian ESDM. Untuk bulan puasa ini juga saya sampaikan bahwa Insya Allah supplai kita cukup karena PLTMG Peaker 2 akan beroperasi normal di bulan Maret ini dan Insya Allah aman terhadap pemadaman kecuali terjadi force major yang tidak bisa kami elakkan,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi tersebut selain dihadiri langaung Ketua Komisi II DPRA juga wakil ketua Kartini Ibrahim, SE dan sekretaris H. Ismail A. Jalil serta para anggota, Sulaiman, SE, Yahdi Hasan, Safrijal dan Suryani.

Sementara dari PLN Aceh dipimpin langsung Jefri Rosiadi didampingi Senior Manager Distribusi Didik Wicaksono, Senior Manager Niaga Muhammad Munir, Manager UP3 Banda Aceh Eddi Saputra, Manager Komunikasi T. Bahrul Halid, dan Assistant Manager Manajemen Stakeholder Mukhtar Juned.(Redaksi/rilis-MJ)

Apa Komentar Anda?

Komentar