Masker Langka, Masyarakat tak Perlu Panik, Ini Alasannya

175
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Kelangkaan masker di tengah ketakutanan terhadap virus corona ditanggapi oleh Kepala Ombudsman RI Aceh dengan imbauan agar masyarakat tak perlu panik.

“Terhadap ancaman virus corona, mari kita percayakan upaya mitigasi dan antisipasi pada pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husein dalam siaran pers-nya.

Terkait kelangkaan masker, Taqwaddin mengutip penjelasan Menteri Kesehatan RI yang menegaskan bahwa masker hanya perlu dipakai bagi orang sakit atau telah terpapar virus. Sedangkan bagi yang sehat tidak perlu pakai masker.

Ilustrasi

“Tadi saya mengikuti Rakernas Ombudsman RI di Jakarta dengan peserta belasan ketua lembaga negara dan menteri, tidak ada seorang pun yang memakai masker,” kata Taqwaddin.

Untuk konfirmasi terkait penggunaan masker, Taqwaddin juga mengaku sudah berkomunikasi melalui WA dengan seorang teman (Dr Nazamuddin, S.E, M.A) yang sedang tugas di Jerman.

“Menurut Pak Nazamuddin, warga masyarakat Jerman juga tidak memakai masker (meski di tengah isu serangan virus corona),” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

Intinya, kata Taqwaddin, masyarakat Aceh tidak perlu panik.

Mengenai kelangkaan masker sehingga harga melonjak drastis, Taqwaddin mengimbau masyarakat bisa berkreasi dan berinovasi menggunakan sejenis masker, misalnya saputangan atau membuat sendiri masker dari kain.

“Bagus juga jika pihak perajin UMKM membuat masker yang dijahit sebagaimana mereka membuat bendera kecil yang dijual menjelang 17 Agustusan,” kata Taqwaddin.

Hasil penelusuran Ombudsman RI Aceh dan klarifikasi Dinas Kesehatan Aceh, Pemerintah Aceh cukup siap menghadapi virus corona.

Pemerintah Aceh sudah menyiapkan dua rumah sakit untuk menangani potensi jika ada pasien yang terpapar virus tersebut, yaitu di RSUZA Banda Aceh dan RSUCM di Lhokseumawe.

Di dua RS tersebut sudah dilatih dan disimulasikan paramedis dan petugas yang akan menanganinya. Sudah pula disiapkan infrastruktur dan peralatannya.

Mengutip penjelasan Kadis Kesehatan Aceh, peralatan khusus yang canggih untuk menangani ini masih kurang, tetapi Plt Gubernur sudah menyetujui anggaran untuk pengadaan peralatan dimaksud.

Adanya komitmen dari Kadis Kesehatan Aceh yang merupakan OPD paling relevan terkait masalah ini, menurut Ombudsman Aceh cukup tepat. Apalagi komitmen ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk sosialisasi dan edukasi masyarakat yang ditugaskan pada seluruh puskesmas se-Aceh.

Pada bagian akhir keterangannya, Taqwaddin mengatakan, berdasarkan info Pemerintah Aceh sudah menyiapkan buku panduan pencegahan virus corona yang akan digunakan sebagai bahan sosialisasi oleh pihak puskesmas.

“Saran saya, agar sosialisasi ini segera dilakukan supaya potensi kepanikan warga dapat segera diredam,” demikian Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh.(Redaksi/rilis)

Apa Komentar Anda?

Komentar