Ini Nama-nama Pegawai BKN Kanreg XIII Korban Boat Tenggelam di Perairan Ujong Pancu Aceh Besar

2452
Operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan laut oleh tim Basarnas Banda Aceh yang menimpa boat tuna di perairan Ujong Pancu, Aceh Besar, Sabtu (22/2/2020) sore. FOTO IST

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Boat pancing tuna 7 GT yang terbalik diterjang ombak di perairan Ujong Pancu, tepatnya di kawasan laut Lhok Mata Ie, Gampong Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar bermuatan delapan orang. Seorang di antaranya, M Prayogi (43) meninggal dunia.

Seperti diberitakan, serombongan pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg) XIII Banda Aceh, pada Sabtu (22/2) pagi berangkat melaut untuk memancing di kawasan Lhok Mata Ie.

Selepas siang, mereka kembali. Dalam perjalan kembali itulah boat mereka dierjang badai dan gelombang setinggi empat meter. Boat terbalik menumpahkan semua penumpang dan muatannya ke laut yang bergelora.

Informasi yang menyebar di jejaraning media sosial beberapa saat pascainsiden itu merinci nama-nama korban yang ada di boat pancing tersebut. Mereka adalah Masno (48), warga Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, pekerjaan nelayan yang juga juru mudi boat nahas tersebut.

Berikutnya, M Prayogi (43), warga Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Muhidin Dro (45), warga Darul Imarah, Aceh Besar, Aris Susilo Saputro (41), warga Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Selanjutnya, Dwi Saputro (45), warga Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Bersar, Agus Salim (54), warga Keutapang,  Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Hendra (35), warga Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dan Herwan (40), warga Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Kecuali Masno sebagai juru mudi, tujuh penumpang boat tersebut adalah pegawai BKN Kanreg XIII Banda Aceh, termasuk Hendra yang merupakan pegawai kontrak.

Insiden itu berawal pada Sabtu pagi, 22 Februari 2020 sekira pukul 08.30 WIB ketika delapan warga tersebut berangkat memancing menggunakan boat pancing dengan tekong Masno. Mereka berangkat dari tempat parkiran boat ikan di samping Pelabuhan Ulee Lheue.

Setelah berwisata sambil mancing, pada pukul 15.00 WIB, rombongan kembali ke Pelabuhan Ulee lheue. Namun ketika memasuki Aroh Cut, masih di perairan Lhok Mata Ie, tiba-tiba boat dihantam ombak besar menyebabkan lima penumpang terempas ke laut, yaitu Prayogi, Muhidin, Agus Salim, Dwi Saputro, dan Aris Susilo Saputro. Khusus M Prayogi disebut-sebut tidak memakai baju pelampung atau life jacket.

Beberapa saat pascainsiden itu, operasi SAR langsung dilakukan. Dalam perkembangan selanjutnya, M Prayogi yang ditemukan pingsan segera dievakuasi ke daratan dan meninggal dunia saat berada di RSU Meuraxa Banda Aceh. Sejumlah korban lainnya juga dievakuasi ke rumah sakit tersebut.(Redaksi)

 

Apa Komentar Anda?

Komentar