Masa Observasi di Natuna Berakhir, WNI dari Wuhan Dipulangkan

223
— ACHMAD YURIANTO/Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI: “Perlu waktu lebih untuk memulangkan WNI yang berdomisili di Aceh ataupun Papua dari Jakarta. Maka dari itu, WNI yang berasal dari Aceh, Papua daerah lain di luar Pulau Jawa akan diinapkan di Jakarta terlebih dahulu.”(Foto: Warta Kota-Tribunnews.com)

ACEHTIME.com | NATUNA – Sebanyak 237 Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing yang diobservasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau usai dievakuasi dari lokasi terdampak virus corona di Provinsi Hubei, China dua pekan lalu dipulangkan ke Jakarta, siang ini, Sabtu (15/2).

Seperti diketahui, 237 WNI plus 1 WNA tersebut telah menjalani karantina selama 14 hari di Natuna setelah mereka dievakuasi untuk menghindari wabah virus Corona.

Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Hamid Rizal di sela persiapan pemulangan WNI dari Wuhan di Natuna, mengatakan, mereka dilepas dengan upacara adat. “Akan ada doa selamat dan tepung tawar,” kata Hamid Rizal.

Tenda-tenda di dalam hanggar milik TNI di Ranai, Natuna ini menjadi rumah bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan selama 14 hari sejak Minggu, 2 Februari 2020. (Kompas.com/ABC News)

Upacara tepung tawar biasanya diadakan saat menerima tamu yang baru datang. Adat tepung tawar mengenakan daun khusus dan air putih. “Diletakkan di kendi, tangan masuk dalam. Habis itu sama-sama berdoa,” kata dia.

Doa yang akan disampaikan agar para WNI dari Wuhan bisa selamat, sehat sampai ke daerah asalnya masing-masing.

“Ini menunjukkan bahwa warga kita selamat sampai ke sini dan pulang, itu adat kami,” ujarya. Namun, ia belum memastikan kapan dan di mana upacara adat itu bisa dilaksanakan karena secara protokol kesehatan, masa karantina WNI dari Wuhan berakhir Sabtu pukul 12.00 WIB.

“Lihat protokol sini, bagaimana pengaturannya. Kami tidak bisa gegabah,” kata dia.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan mereka akan pulang dari Natuna menuju Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14.00 WIB.

“Nanti dari Natuna itu kita prediksikan sekitar jam 14.00, setelah mereka selesai makan siang langsung diterbangkan ke Halim,” kata Yurianto sebagaimana dilansir Kompas.com, Jumat (14/2).

Yuri menjelaskan, setelah sampai di Halim WNI tersebut akan disambut oleh pemerintah daerah masing-masing. Setelah itu, dipulangkan ke kampung halaman oleh pemerintah daerah. “Nanti kita akan serahkan ke provinsi perwakilannya untuk selanjutnya mereka yang akan mengatur kepulangan,” katanya.

Ia menuturkan perlu waktu lebih untuk memulangkan WNI yang berdomisili di Aceh ataupun Papua dari Jakarta. Maka dari itu, WNI yang berasal dari Aceh, Papua daerah lain di luar Pulau Jawa akan diinapkan di Jakarta terlebih dahulu.

“Membutuhkan waktu lagi untuk teman-teman yang dari Papua, Papua Barat kemudian yang dari Aceh karena kan mungkin connecting flight langsungkan belum ya pemesanan tiket dan sebagainya. Sehingga mungkin mereka nanti akan diajak bermalam oleh pemda-nya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk yang berdomisili di Jakarta atau Jawa Barat akan langsung dipulangkan ketika sampai di Jakarta. Yuri sebelumnya juga menjelaskan, rangkaian pemulangan akan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan terakhir pada Sabtu pagi.(redaksi/tempo.co/kompas.com)

 

Apa Komentar Anda?

Komentar