Ombudsman Dorong Terbentuknya Kantor Imigrasi di Tapaktuan

213
Tim Ombudsman RI Aceh menggelar rapat dengan Pemkab Aceh Selatan, Kamis (13/2) membahas berbagai hal terkait pelayanan publik dan desakan pembentukan Kantor Imigrasi di Tapaktuan.DOK OMBUDSMAN RI ACEH

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Kepala Ombudsman RI Aceh mendorong terbentuknya Kantor Imigrasi di Tapaktuan untuk menjawab semakin tingginya kebutuhan masyarakat.

Permintaan agar segera dibentuk Kantor Imigrasi di Tapaktuan disampaikan Kepala Ombudsman RI Aceh, Dr Taqwaddin dalam rapat dengan Pemerintah Aceh Selatan di Tapaktuan,  Kamis (13/2). Pada kesempatan itu, Ombudsman juga mempertanyakan beberapa hal terkait pengaduan masyarakat menyangkut pelayanan publik. Rapat dipimpin Sekda Aceh Selatan dihadiri para Asisten dan para kepala dinas di jajarannya.

Taqwaddin mengatakan, salah satu tujuan rapat dengan Pemkab Aceh Selatan adalah untuk menyampaikan harapan masyarakat agar segera dibentuk Kantor Imigrasi di Tapaktuan.

Harapan itu, lanjut Taqwaddin bukan saja dari warga Aceh Selatan tetapi juga masyarakat Abdya, Singkil, Subulussalam, dan Simeulue.

“Mengingat mendesaknya kebutuhan, terutama dalam hal pembuatan paspor bagi warga masyarakat dari beberapa kabupaten tersebut, di mana selama ini pembuatan paspor hanya bisa dilakukan di Meulaboh, Aceh Barat, maka Ombudsman RI Aceh mendorong agar Pemkab Aceh Selatan dan juga Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI merespons cepat harapan itu,” tandas Taqwaddin.

Sudah siap

Taqwaddin mengatakan, berdasarkan yang berkembang dalam rapat, Pemkab Aceh Selatan sudah siap melakukan segala persiapan yang dibutuhkan termasuk anggaran untuk mengoperasikan Kantor Imigrasi di Tapaktuan.

Hanya saja, saat ini terkendala dengan keharusan adanya perjanjian yang ditantangani langsung oleh Dirjen Imigrasi dan Bupati Aceh Selatan. Masalahnya kedua pejabat tersebut sedang tidak definitif.

Menanggapi pernyataan itu, Kepala Ombudsman RI Aceh menyampaikan isi pesan WhatsApp Kepala Kanwil Kumham Aceh yang juga menyampaikan bahwa, “sebetulnya persoalan Kantor Imigrasi di Tapaktuan menunggu penandatanganan MoU antara Dirjen Imigrasi dengan Bupati Aceh Selatan.”

Menurut Kepala Ombudsman RI Aceh, kehadiran Kantor Imigrasi di Tapaktuan sudah sangat mendesak mengingat meningkatkannya minat warga Aceh Selatan dan sekitarnya untuk berpergian ke luar negeri, baik untuk berumrah, berobat, maupun untuk kepentingan lainnya.

Lagi pula, selama ini Kantor Imigrasi untuk wilayah barat Aceh hanya ada di Meulaboh yang jarak tempuhnya mencapai delapan jam dari Aceh Singkil.(redaksi/rilis)

Apa Komentar Anda?

Komentar