Jamaah Medsos Tanggapi Sofyan Dawood, “Apanya belum Ada Apa-apa, Rumoh, Moto, Peurumoh”

104
Foto tangkapan layar berupa percakapan di salah satu grup WhatsApp menanggapi pernyataan eks kombatan GAM, Sofyan Dawood yang dilansir di acehtribunnews.com tentang dana Otsus Aceh. (Foto: Ist)

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Pernyataan salah seorang mantan kombatan GAM, Sofyan Dawood yang menyebutkan dana Otsus Aceh melimpah namun Aceh belum ada apa-apa hari ini mendapat tanggapan beragam termasuk dari jamaah di jejaring media sosial (medsos).

Pernyataan Sofyan Dawood tentang dana Otsus Aceh melimpah namun Aceh belum ada apa-apa hari ini dilansir acehtribunnews.com. Link berita itu diposting ke salah satu grup WhatsApp yang langsung mendapat tanggapan.

Seorang anggota grup WhatsApp tersebut menulis, tiga kali pimpinan Aceh adalah rekan dari Sofyan Daud, pertama 2006-2012 Sdr Irwandi-Nazar, kedua Sdr Dr Zaini-Muzakir 2012-2017 dan ketiga Sdr Irwandi-Nova Iriansyah 2017-2022. Kalau dana Otsus tidak jadi apa2 tentu sdr Sofyan paling tau kan?

Anggota yang lain juga ikut menanggapi, minimal dengan acungan jempol. Ada juga yang menulis dalam bahasa Aceh, “kiban hana, yang barokon hana moto jino kana, rumoh na me 2 lhee sapo (apanya nggak ada, sebelumnya nggak ada mobil kini sudah ada mobil, rumah sudah ada yang dua dua atau tiga)”.

Tanggapan belum berhenti sampai di situ. Anggota grup yang lain juga menulis tanggapan dalam bahasa Aceh, “rumoh dan peurumoh ka meutamah, kiban hana apa2 (rumah dan orang rumah/istri sudah tambah, apanya nggak ada apa-apa) ”.

Dalam berita tersebut disebutkan, dalam kurun waktu 2008-2020, Aceh sudah menerima dana Otsus sebesar Rp 81,4 triliun.

Rinciannya, Rp 3,5 triliun pada 2008, Rp 3,7 triliun (2009), Rp 3,8 triliun (2010), Rp 4,5 triliun (2011), Rp 5,4 triliun (2012), Rp 6,2 triliun (2013), Rp 6,8 (2014), Rp 7 triliun (2015), Rp 7,7 triliun (2016), Rp 8 triliun (2017), Rp 8 triliun (2018), Rp 8,3 triliun (2019), dan Rp 8,3 triliun (2020).

Kucuran dana yang cukup besar ini, menurut salah satu eks gerilyawan GAM, Sofyan Dawood perlu dikontrol oleh pemerintah pusat. Tujuannya agar dana ini tepat sasaran dan membantu Aceh untuk terus berbenah, memperbaiki ekonomi, dan melanjutkan pembangunan ke depan.

“Begitu banyak anggaran dana Otsus, tetapi Aceh belum ada apa-apa hari ini. Sebenarnya itu kewajiban pemerintah pusat mengontrol anggaran daerah. Kita berharap pusat tetap mengontrol anggaran yang bersumber dari Otsus Aceh ke depan,” kata Sofyan Dawood.(Redaksi)

 

Apa Komentar Anda?

Komentar