Di Rakornas PB 2020, Presiden Jokowi Sampaikan Lima Arahan Penanggulangan Bencana

287

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kejadian bencana yang semakin meningkat tidak terlepas dari beberapa faktor, seperti perubahan iklim. Namun demikian, masih banyak bencana yang dapat dicegah dan dikurangi oleh kita semua.

Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2020 di Sentul International Convention Center, Sentul Selasa (4/1/2020).

Menurut Presiden Jokowi, tantangan yang masih dihadapi yaitu bagaimana kita menyikapi ancaman maupun bencana, sering tergagap dalam tahapan manajemen bencana, seperti menghadapi bencana, memperbaiki kerusakan infrastruktur,  penanganan penyintas atau pun saat pemulihan.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan beberapa perintah/arahan kepada pemerintah pusat maupun daerah terkait penanggulangan bencana, yaitu Pertama; seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama, bersinergi untuk upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah daerah perlu melakukan pengendalian tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana. Sigap terhadap potensi ancaman bahaya sesuai dengan karakteristik wilayah, baik geologi, vulkanologi, limbah, hidrometeorologi, biologi, pencemaran lingkungan.

Kedua; setiap gubernur, bupati/ walikota harus segera menyusun rencana kontijensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-betul dilaksanakan semua pihak dan harus siap menangani bencana secara tuntas.

Ketiga;  penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik.

Keempat; pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan pengembangan sumberdaya manusia yang handal dalam penanggulangan bencana, penataan kelembagaan yang mumpuni, termasuk program dan anggaran yang harus ditingkatkan sesuai prioritas RPJMN 2020-2024.

Kelima; Panglima TNI dan Kapolri untuk turut serta dalam mendukung upaya penanggulangan bencana termasuk penegakan hukum. Pengerahan dan dukungan secara nasional hingga ke tataran daerah yang dapat bersinergi dengan baik bersama pemerintah pusat dan daerah.

Seminar Nasional

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Agus Wibowo dalam siaran pers-nya mengatakan, sehari sebelumnya dilaksanakan seminar nasional dalam rangka Rakornas PB 2020.

Seminar yang menghadirkan para narasumber dengan berbagai institusi ini membahas enam tema utama, yaitu Manajemen Kebencanaan, Ancaman Geologi dan Vulkanologi (Gempa Bumi, Tsunami, Likuifaksi, Erupsi Gunungapi), Ancaman Hidrometeorologi (Kekeringan, Karhutla, dan Perubahan Iklim), Ancaman Hidrometeorologi (Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Puting Beliung, Abrasi), Ancaman Limbah dan Kegagalan Teknologi, dan Sosialisasi Katana dan Edukasi Kebencanaan.

Rakornas PB merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan BNPB untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, serta para pemangku kepentingan terkait guna membahas tantangan dan mendapatkan rumusan kebijakan serta strategi penanggulangan bencana yang lebih baik di masa depan.(Redaksi)

 

Apa Komentar Anda?

Komentar