Penolakan WNI dari Wuhan di Natuna Munculkan Keprihatinan Masyarakat Aceh

282
TAQWADDIN (Google.com)

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Aksi demo penolakan masyarakat dan Pemkab Natuna (termasuk DPRD-nya) terhadap WNI yang dipulangkan dari Wuhan untuk dikarantina atau observasi di wilayah tersebut memunculkan keprihatinan masyarakat Aceh.

Salah seorang putra Aceh yang juga Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin dalam pernyataannya yang diterima ACEHTIME.com, Minggu (2/2/2020) mengaku kecewa dan sedih atas sikap masyarakat Natuna yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan, Cina yang akan diobservasi.

Taqwaddin menyebutkan, kedatangan para WNI tersebut ke Natuna bukan atas keinginan mereka tetapi karena kebijakan Pemerintah Presiden Jokowi.

Massa membakar ban di Kantor DPRD dan depan Mako Lanal Ranai, Natuna menolak kedatangan WNI dari Wuhan, Minggu, 2 Februari 2020. (Dok istimewa/tempo.co)

“Di satu sisi penolakan ini merupakan pembangkangan terhadap kebijakan pemerintah. Di sisi lain adanya penolakan ini telah membuat ketersinggungan masyarakat daerah lainnya, terutama daerah tempat asal para WNI tersebut,” tulis Taqwaddin.

Taqwaddin yang juga akademisi dan banyak terlibat dalam tugas-tugas kemanusiaan mengaku tersinggung mendapat perlakuan seperti itu oleh masyarakat Natuna. Padahal, lanjutnya, baru saja beberapa hari kita menyaksikan beberapa kapal perang dan hampir seribuan prajurit TNI dikirim ke Natuna, termasuk dihadiri oleh Presiden RI untuk menyelamatkan wilayah Natuna dari intervensi asing.

Natuna Tolak WNI dari Wuhan, Wabup: Ini Pemaksaan dari Pemerintah Pusat

“Tetapi, pas giliran diminta untuk menampung sementara saja (14 hari) para WNI untuk proses observasi paparan virus corona, ternyata disambut dengan aksi demo penolakan. Di mana nasionalisme kalian? Di mana empati kebangsaan kalian ber-NKRI?,” tandas Taqwaddin mempertanyakan.

Taqwaddin juga menyatakan akan terus memantau melalui teman-teman di Natuna terkait sikap masyarakat maupun Pemkab setempat. “Jika masih terjadi penolakan, apalagi dengan nada kebencian, saya akan sarankan agar Pemerintah Aceh mengambil langkah cepat menjemput anak-anak Aceh dari sana,” ujarnya.

Dikatakannya, belasan anak Aceh yang sedang berstatus mahasiswa di Cina adalah para putra-putri terbaik daerah ini dan aset masa depan untuk kemajuan Aceh. Karenanya, tidak boleh diperlakukan semena-mena. Apalagi mereka sudah diperiksa dan dinyatakan negatif terpapar virus corona.

Pada bagian akhir pernyataannya, Taqwaddin berharap semoga masyarakat Natuna dapat menerima saudara sebangsa dengan sukacita dan penuh persahabatan. Apalagi sebelum diambil kebijakan oleh pemerintah, tentunya Presiden bersama para menteri sudah mengkaji segala kemungkinan.

“Semoga melalui kebijakan ini persahabatan warga Natuna dengan masyarakat daerah lainnya akan terjalin secara harmonis. Walaupun, mungkin saat ini mereka tidak bisa bertemu dengan para WNI yang sedang diobservasi namun dengan adanya penerimaan yang lapang dada, tentu akan menggembirakan kita semua warga bangsa Indonesia,” demikian Taqwaddin. (Redaksi/rilis)

Apa Komentar Anda?

Komentar