Antisipasi Virus Corona, Ombudsman Aceh Sidak Bandara SIM

263
Kepala Ombudsman RI Aceh, Dr Taqwaddin didampingi Asisten Ombudsman, Jumat (31/1/2020) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara SIM Aceh Besar guna memastikan kesiapan petugas dan peralatan di bandara tersebut untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Aceh. DOK OMBUDSMAN ACEH
ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Penyebaran virus corona semakin meluas. Virus tersebut telah diidentifikasi masuk ke negara-negara selain Cina seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tingginya kedatangan maupun keberangkatan masyarakat Aceh ke negara-negara tersebut menjadi kekhawatiran masuknya virus pembunuh itu ke daerah ini.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pada Jumat (31/1/2020) sore, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin bersama beberapa Asisten Ombudsman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.

Dalam siaran pers-nya yang diterima ACEHTIME.com pada Sabtu malam disebutkan, sidak ini dilakukan untuk mengecek kelengkapan alat dan kesiapan petugas dalam pendeteksian dini virus corona ini.

“Ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan dan kesiapan pihak bandara maupun pihak medisnya dari segi pendeteksian,” tandas Kepala Ombudsman RI Aceh.

Menurut Taqwaddin, hasil temuan Ombudsman Aceh di Bandara SIM sudah tersedia alat thermo scanner yang dapat mengecek suhu tubuh penumpang. “Kalau suhu tubuhnya normal, maka kotak–kotak dalam monitor akan berwarna hijau. Jika ada penumpang dengan suhu tinggi, di atas 38 derajat Celcius maka kotak akan berwarna merah” kata Taqwaddin.

Mengutip penjelasan medis dan pihak bandara, penumpang yang memiliki suhu di atas 38 derajat Celcius akan dicek lebih lanjut kesehatannya apakah terindikasi terkena virus berbahaya ini atau tidak. Pengecekan kembali kesehatan penumpang dilakukan di RSUDZA Banda Aceh.

“Bilik isolasi dan ambulans juga sudah siap beroperasi jika terjadi kondisi darurat. Sedangkan untuk menjamin kesehatan karyawan, semuanya diharuskan menggunakan masker,” tulis Taqwaddin mengutip penjelasan Jun Ichsan, petugas Karantina Kesehatan Bandara SIM didampingi petugas Imigrasi Banda Aceh, Ferdi dan Wawan.

Dikatakan Taqwaddin, kedatangan pihaknya ke Bandara SIM bukan hanya mengecek kelengkapan alat dan kesiapan petugas, tetapi juga memastikan semua alat seperti thermo scanner dan bilik isolasi bekerja dengan baik.

“Kami menunggu hingga kedatangan penumpang dari Kuala Lumpur untuk memastikan beroperasinya dengan baik semua alat tersebut. Hasilnya kami rasa Bandara SIM sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk,” ujar Dr Taqwaddin.

Kepala Ombudsman RI Aceh tersebut juga menginformasikan, saat ini sudah tercatat 8 orang yang datang dari Cina. Semua mereka adalah warga Aceh yang sedang menimba ilmu di berbagai universitas di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Di antara 8 orang tersebut belum ada yang datang dari Wuhan yang merupakan lokasi awal munculnya virus corona. Semua mahasiswa dan mahasiswi asal Aceh yang baru tiba dari Cina ini dinyatakan tidak terindikasi virus corona.

“Kita doakan, semoga penyebaran virus ini tidak meluas dan kondisi kembali membaik seperti semula,” pungkas Dr Taqwaddin, Kepala Ombudsman RI Aceh.(redaksi/rilis)

Apa Komentar Anda?

Komentar