Terungkap, Centeng Sawit di Nagan Dibunuh oleh Anak Kandung

300
Ilustrasi
ACEHTIME.com | NAGAN RAYA – Setelah bekerja marathon selama hampir dua pekan, akhirnya pada Jumat, 5 Juli 2019 pihak Polres Nagan Raya mengonfirmasikan keberhasilan mereka mengungkap pelaku pembunuhan M Yusuf (45), centeng perkebunan sawit PT Surya Panen Subur (SPS) Darul Makmur yang terjadi pada 23 Juni 2019.

“Tersangka pembunuhnya adalah Denis alias Botong (31), anak kandung korban,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Bobi Putra Ramadan Sebayang kepada wartawan, Jumat (5/7).

Menurut Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, Denis alias Botong yang merupakan warga Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya langsung ditahan sejak Kamis 4 Juli 2019.

Di hadapan penyidik yang dipimpin Kasubdit III Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Aceh Kompol Suwalto, serta Unit Opsnal Satreskrim Polres Nagan Raya dibantu Unit Reskrim Polsek Darul Makmur, tersangka Denis telah mengakui kejahatannya.

“Pelaku telah mengakui membunuh ayahnya sendiri dengan cara membekap dan menusuk korban dari arah belakang, saat korban sedang di kebun kelapa sawit pribadinya,” kata AKP Bobi sebagaimana dilansir Antaranews.com.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari tangan tersangka berupa satu buah pisau dapur beserta sarung kulit warna hitam cokelat, satu lembar baju kaos berkerah warna merah, satu lembar celana jins panjang warna biru, satu buah sepatu boot merek AP.

Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor Yamaha Z MX warna merah tanpa nomor polisi dan STNK, satu buah parang bermata tajam bergagang rotan panjang sekitar 80 cm, satu lembar baju kaos laki-laki bermotif garis putih cokelat, serta satu lembar celana kain pendek warna putih.

Terungkapnya pelaku pembunuhan itu, menurut AKP Bobi setelah seorang saksi melihat seseorang berbaju merah melarikan diri sesaat setelah korban M Yusuf meminta tolong dalam kondisi bersimbah darah.

Saksi kemudian berusaha mencari pertolongan dan memberitahukan kepada Denis alias Botong yang merupakan anak korban dengan cara mendatangi ke rumahnya.

“Setibanya saksi di rumah korban, saksi terkejut karena melihat anak korban memakai pakaian warna merah persis seperti orang yang melarikan diri ketika ia berada di lokasi kejadian,” kata AKP Bobi.

Polisi memastikan tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHPidana, dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Seperti diberitakan, pada Minggu sore, 23 Juni 2019 M Yusuf ditemukan tewas dalam areal kebun pribadinya, tak jauh dari perkebunan sawit PT SPS Darul Makmur.

Sejak saat itu polisi terus bekerja untuk mengungkap pelaku pembunuhan yang tergolong sadis tersebut. Masyarakat berharap dengan tertangkapnya Denis alias Botong, yang tak lain adalah anak kandung korban, akan terungkap juga motif kejahatan itu.(*/redaksi)

Apa Komentar Anda?

Komentar