Lhokseumawe Siap Jadi Tuan Rumah Jambore RAPI, Bagaimana Aceh Jaya?

847
Muslim Yusuf, Unsur DP2OW RAPI Kota Lhokseumawe
ACEHTIME.com | LHOKSEUMAWE – Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Muslim Yusuf/JZ01KMK yang juga unsur Dewan Pengawas dan Penasihat Organisasi Wilayah (DP2OW) RAPI Kota Lhokseumawe menyatakan pihaknya siap memfasilitasi sekaligus menjadi tuan rumah Jambore RAPI Aceh sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Yang pasti Pemko dan RAPI Lhokseumawe siap. Soal lokasi nggak masalah, ada sejumlah tempat yang cukup mendukung dalam wilayah Kota Lhokseumawe untuk kita jadikan arena jambore. Kami tinggal menyesuaikan dengan jadwal,” kata Muslim ketika memberikan arahan sekaligus penutupan Muswil V RAPI Kota Lhokseumawe di Aula Pemko Lhokseumawe, Minggu (23/6/2019).

Menurut Muslim, Jambore RAPI Aceh merupakan salah satu agenda silaturahmi akbar bagi organisasi RAPI yang harus tetap dipertahankan.
Dalam sejarahnya, lanjut Muslim, cikal bakal Jambore RAPI Aceh tersebut berlangsung di Aceh Tengah pada 2010 yang digagas oleh beberapa aktivis RAPI Aceh Utara, Lhokseumawe, dan RAPI Aceh. “Saya pun ikut waktu itu, tetapi acaranya hanya sekadar ngumpul-ngumpul,” ujar Muslim.

Muslim juga menyinggung pelaksanaan Jambore III RAPI Aceh di Cot Girek, Aceh Utara pada 2016 yang menurutnya bisa juga dijadikan contoh sekaligus evaluasi untuk berbagai perbaikan ke depan, apalagi waktu itu Kota Lhokseumawe ikut mem-backup.

“Tanpa maksud mengenyampingkan kemampuan wilayah lain, kalau memang dipercaya, Kota Lhokseumawe siap,” kata Muslim yang juga Kabag Humas Setdako Lhokseumawe disambut aplusan anggota dan pengurus baru RAPI Kota Lhokseumawe periode 2019-2023.

Perlu koordinasi antar-wilayah

Mantan Ketua RAPI Aceh periode 2014-2018, Nasir Nurdin/JZ01BNN menyambut positif dukungan Pemko Lhokseumawe termasuk kesiapan pengurus dan anggota RAPI Wilayah 0107 tersebut untuk menjadi tuan rumah Jambore RAPI Aceh. “Ini patut diapresiasi,” tandas Nasir.

Nasir Nurdin, Ketua DP2OD RAPI Aceh

Menurut Nasir, dalam periode kepemimpinannya, sempat dua kali melaksanakan jambore yaitu Jambore II RAPI Aceh di Taman Wisata Seulawah Dara, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie pada 5-7 September 2014 dan Jambore III RAPI Aceh di Cot Girek, Aceh Utara pada 7-9 Oktober 2016.


Beberapa kegiatan yang mewarnai Jambore II RAPI Aceh di Seulawah Dara, Pidie.
Dikatakannya, keputusan untuk melaksanakan Jambore II RAPI Aceh di Seulawah Dara setelah melalui serangkaian pertemuan antara pihaknya (RAPI Aceh) dengan aktivis RAPI Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan sejumlah pihak lainnya yang terlibat dalam kegiatan di Takengon, Aceh Tengah.

“Alhamdulillah, Jambore II RAPI Aceh di Seulawah Dara berlangsung sukses dengan keterlibatan sejumlah SKPA dan 16 organisasi relawan bencana yang sekaligus ikut apel gabungan,” kata Nasir yang kini duduk sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Penasihat Organisasi Daerah (DP2OD) RAPI Aceh.

Nasir juga menceritakan, salah satu agenda pada Jambore II RAPI Aceh di Seulawah Dara adalah musyawarah antara Pengurus RAPI Aceh dengan Pengurus RAPI Wilayah (Kabupaten/Kota) untuk menentukan tuan rumah Jambore III RAPI Aceh. “Keputusan di Seulawah Dara adalah menetapkan Aceh Utara sebagai tuan rumah Jambore III RAPI Aceh,” katanya.




Beberapa momen pada Jambore III RAPI Aceh di Cot Girek, Aceh Utara.

Berdasarkan keputusan tersebut, akhirnya pada 7-9 Oktober 2016 terlaksanalah Jambore III RAPI Aceh di Cot Girek, Aceh Utara dengan format yang tak jauh beda dengan di Seulawah Dara. “Bentuk sinergitasnya adalah apel gabungan relawan peduli bencana, simulasi penanggulangan bencana, bakti sosial, dan kegiatan internal RAPI,” ujar Nasir Nurdin yang sejak April 2017 dipercaya sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh.

Pada Jambore III RAPI Aceh di Cot Girek juga ditetapkan tuan rumah Jambore IV RAPI Aceh yaitu di Calang, Kabupaten Aceh Jaya pada tahun 2018.

“Harus saya akui, menghadapi Jambore IV RAPI Aceh di Calang pada 2018 terasa agak berat karena pada tahun yang sama yaitu April 2018 masa kepengurusan saya berakhir dengan konsekwensi kami juga harus menyiapkan perhelatan Musda IV. Makanya berdasarkan kesepakatan melalui rapat pengurus RAPI Aceh dan koordinasi dengan Pengurus RAPI Aceh Jaya, ditetapkan jadwal Jambore IV RAPI Aceh pada November 2018 bersamaan dengan HUT RAPI,” ungkap Nasir.

Tidak terlaksana

Sebagaimana catatan ACEHTIME.com,—ketika tampuk kepemimpinan RAPI Aceh berganti dari Nasir Nurdin kepada Rahmat Thalib/JZ01BIR—ternyata agenda Jambore IV RAPI Aceh di Calang tidak terlaksana. Kalangan anggota dan pengurus RAPI se-Aceh sangat menyayangkan terhentinya agenda silaturahmi akbar ini.

Terhadap hal ini, mantan Ketua RAPI Aceh, Nasir Nurdin tidak bisa menjelaskan penyebab pastinya, namun dalam kapasitasnya sebagai Ketua DP2OD RAPI Aceh sempat mengingatkan pengurus baru agar agenda dua tahunan tersebut tetap menjadi prioritas.

“Memang ada kendala karena dicoretnya alokasi anggaran untuk kegiatan apel gabungan relawan peduli bencana yang sempat diplotkan di BPBA. Padahal pada 2017 sudah ada kesepakatan antara saya (Ketua RAPI Aceh) dengan BPBA yang mana kegiatan apel gabungan itu akan dilaksanakan oleh RAPI Aceh pada tahun 2018 melalui Jambore RAPI di Calang. Tiba-tiba menjelang pelaksanaan, anggaran itu hilang. Saya sudah sampaikan persoalan itu secara terbuka di forum Musda IV RAPI Aceh sambil mengharap agar siapapun yang jadi Ketua RAPI Aceh selanjutnya harus mencarikan solusi terhadap persoalan ini,” ungkap Nasir. “Nyatanya, tak pernah ada solusi dan Jambore IV RAPI Aceh tidak terlaksana,” lanjutnya.

Kini, kata Nasir, ketika ada tawaran dari Kota Lhokseumawe untuk menjadi tuan rumah Jambore RAPI Aceh, maka Pengurus RAPI Aceh harus menggelar rapat koordinasi yang melibatkan semua Pengurus RAPI Wilayah guna menentukan sikap apakah tawaran itu disetujui atau tidak.

Kalau memang disetujui, maka bagaimana dengan keputusan yang dihasilkan di Cot Girek yang menetapkan Aceh Jaya sebagai tuan rumah Jambore IV RAPI Aceh tahun 2018.

“Perlu dimusyawarahkan, apakah Jambore IV RAPI Aceh masih tetap dilaksanakan di Aceh Jaya dengan pergeseran waktu atau kalau disetujui pelaksanaan di Lhokseumawe, apakah namanya tetap Jambore IV RAPI Aceh atau langsung Jambore V RAPI Aceh. Ini penting menjadi perhatian Pengurus RAPI Aceh agar tidak memunculkan persoalan antar-wilayah,” demikian Nasir Nurdin.(*/redaksi)

Apa Komentar Anda?

Komentar