PPI Lampulo, Antara Geliat Ekonomi dan Pencemaran Laut

270
PPI Lampulo, Banda Aceh kini menjadi salah satu pusat bisnis yang semakin diperhitungkan.FOTO IST
ACEHTIME.com | BANDA ACEH –Geliat ekonomi di Pelabuhan Perikanan Internasional (PPI) Lampulo, Banda Aceh sudah semakin meningkat dengan banyaknya transaksi/perputaran uang di kawasan tersebut.

“Sayangnya denyut ekonomi yang semakin meningkat itu belum diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Fakta di lapangan memperlihatkan betapa makin tercemarnya laut di dalam maupun sekitar kawasan pelabuhan,” tulis Imran, SE, MSM selaku Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh Bidang Kebijakan dan Manajemen PRB.

Dalam siaran pers-nya yang diterima Redaksi ACEHTIME.com, Minggu (16/6/2019), Imran berharap semua pihak bertanggungjawab menjaga lingkungan termasuk lautan yang menjadi sumber rezeki dengan berbagai macam potensinya.

Laut di areal PPI Lampulo dan sekitarnya semakin tercemar dengan sampah.FOTO IST

“Salah satu bentuk tanggung jawab menjaga lingkungan adalah dengan tidak membuang sampah/limbah dari tempat usaha ke laut. Ini juga bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Artinya, kalau laut semakin tercemar akan memunculkan bencana seperti musnahnya biota laut yang ujung-ujungnya akan terganggu keseimbangan alam,” tulis aktivis PRB tersebut.

Imran, SE, MSM, Pengurus Forum PRB Aceh.

Pemerintah, kata Imran perlu secepatnya melakukan langkah-langkah konkret agar kebiasaan membuang sampah ke laut tidak terus berlanjut, misalnya melalui penyuluhan/sosialisasi, pemasangan pamplet, brosur, bahkan penerapan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran.

“Sekali lagi saya katakan ini bentuk tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap terjaga dan denyut ekonomi di PPI Lampulo bisa berlanjut sehingga bisa ikut berkontribusi mengangkat perekonomian Aceh,” katanya.

Menurut Imran, secara regulasi dari Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) sudah ada Qanun Kota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah. Qanun itu juga mengatur sanksi bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan termasuk sampah dari kendaraan, dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 10 juta. “Sekarang tinggal lagi bagaimana pelaksanaan di lapangan,” demikian Imran.(*/Redaksi)

Apa Komentar Anda?

Komentar