Setelah Lombok, Masjid Bantuan Aceh di Palu Segera Direalisasikan

233
MASJID Jami’ Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Provinsi Sulteng yang rusak berat akibat gempa 28 September 2018, sejak 8 Januari 2019 mulai diratakan untuk selanjutnya dibangun baru dengan memanfaatkan donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh. DOK BPBA
ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Pembangunan masjid bantuan masyarakat dan Pemerintah Aceh di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang hancur akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018 segera dimulai. Masjid yang segera dibangun tersebut adalah Masjid Jami’ Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Provinsi Sulteng.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), HT Ahmad Dadek mengatakan, keputusan untuk membangun Masjid Jami’ Nurul Hasanah di Kota Palu didasari rekomendasi tim yang ditugaskan Pemerintah Aceh ke Sulteng beberapa waktu lalu.

Setelah dilakukan pengkajian dan analisa mendalam termasuk besaran dana yang dihimpun serta hasil koordinasi dengan Pemprov Sulteng, Pemko Palu, dan pengurus masjid, diputuskan untuk membangun Masjid Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu yang rusak akibat gempa dan tsunami pada 28 September 2018.

Dana yang dihimpun melalui ‘Donasi Aceh untuk Palu’ yang dibuka sejak pada 29 September 2018 mencapai Rp 3,1 miliar. Jumlah itu sudah termasuk yang masih dalam bentuk komitmen donasi.

“Kita berharap kepada yang sudah berkomitmen agar segera merealisasikan donasinya, boleh diantar langsung ke Kantor BPBA di Banda Aceh atau transfer ke BRI KCP Peunayong No. Rek. 2056-01-000365-30-2 atas nama gempa dan tsunami Palu,” kata Ketua Forum PRB Aceh selaku unsur pendukung penggalangan ‘Donasi Aceh untuk Palu’.

Masjid An-Nur Lombok
Sementara itu pembangunan Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hancur total akibat gempa 8 Agustus 2018 terus dipacu. Masjid yang diberi nama An-Nur Aceh tersebut juga dibangun dengan memanfaatkan donasi dari masyarakat dan Pemerintah Aceh yang digalang sejak sehari pascabencana yang meluluhlantakkan beberapa daerah di NTB.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nur Aceh dilakukan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah didampingi Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH, Sabtu 27 Oktober 2018. Dana yang dihimpun untuk korban bencana Lombok mencapai Rp 1,2 miliar. Masjid itu sendiri diharapkan bisa difungsikan pada Ramadhan tahun ini.

Menyusul Selat Sunda
Bencana tsunami yang menerjang Pesisir Selat Sunda (Banten dan Lampung) pada 22 Desember 2018 juga membangkitkan semangat solidaritas masyarakat Aceh untuk ikut membantu.

Sebagaimana halnya untuk Lombok dan Palu, Pemerintah Aceh juga menghimpun donasi dengan melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh dengan nama aksi ‘Aceh untuk Selat Sunda’.

Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin mengatakan, hingga 8 Januari 2019, dana yang sudah terhimpun melalui aksi tersebut mencapai Rp 218 juta. Penggalangan lebih banyak dilakukan dengan memanfaatkan jejaring media sosial yang terhubung ke berbagai elemen masyarakat.

“Hingga saat ini belum ada arahan kemana dana yang dihimpun untuk korban tsunami Selat Sunda itu kita gunakan karena akan dilihat dulu besaran donasi yang berhasil kita himpun. Ya, tentu saja kita berharap bisa juga membangun masjid ketiga di lokasi bencana,” ujar Nasir.

Bagi yang akan berdonasi atau merealisasikan komitmen donasi untuk Selat Sunda, bisa langsung ke Kantor BPBA di Banda Aceh atau transfer ke Bank Aceh Syariah Capem Neusu No. Rek. 015.01.02.0000034 a/n Aceh untuk Tsunami Selat Sunda atau Bank BRI KCP Peunayong No. Rek. 2056.01.000371. 30.3 a/n Aceh untuk Tsunami Selat Sunda. (*/rel)

Apa Komentar Anda?

Komentar