Mitigasi Bencana ‘Pageu Gampong’ Diseminarkan di Banda Aceh

1059
TEUKU ABDULLAH SANNY
ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Yayasan Beudoh Gampong (YBG) menggelar seminar bertajuk ‘Mitigasi Bencana Pageu Gampong’ di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Senin, 24 Desember 2018. Sejumlah pakar kebencanaan tampil sebagai narasumber pada seminar dalam rangka memperingati 14 tahun tsunami Aceh.

Ketua Umum YBG, Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny kepada acehtime.com menjelaskan tentang latar belakang dilaksanakannya seminar yang akan diikuti lebih 200 peserta tersebut.

Menurut Abdullah Sanny, di masa lalu gampong (desa) berpengaruh besar dalam pembentukan jiwa dan karakter keacehan yang tangguh. Tapi setelah bencana gempa dan tsunami di Aceh, peran gampong mulai agak berkurang.

“Dahulu ada istilah pageu gampong yakni sistem penjagaan adat dan budaya gampong yang memiliki ketahanan terhadap rongrongan, intervensi atau pengaruh anasir luar,” kata Sanny didampingi Koordinator Seminar, Dr. Ir. Kamal A. Arif dan Sekretaris Umum YBG, Ir. TM. Zulfikar.

Pada masa lalu, lanjut Abdullah Sanny, setiap gampong di Aceh juga memiliki keahlian tersendiri seperti Gampong Pande, Baet, dan Lam Blang sebagai gampong ahli senjata. Berikutnya, Lamgugob sebagai tempat bermukim ahli pembuat kain untuk keluarga kerajaan, Gampong Siem sentra pembuatan songket, dan kerajinan pembuatan gerabah dan tembikar di Gampong Ateuk. “Itu baru di ibu kota kesultanan saja, belum lagi kita beralih ke daerah lainnya,” ujar Ketua Umum YBG tentang kehebatan Aceh masa lalu.

Kehebatan Aceh masa lalu, kata Abdullah Sanny juga dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana. Terlebih lagi, di dalam manuskrip Aceh juga tertulis mengenai mitigasi gempa. Kearifan lokal tersebut harus digali kembali untuk dapat menerapkan mitigasi bencana pageu gampong.

Seminar yang dilaksanakan dalam rangka memperingati 14 tahun tsunami ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman masyarakat terkait keterampilan mengenai mitigasi bencana dengan sasaran seluruh elemen masyarakat Aceh, khususnya masyarakat gampong.

Peserta seminar sebanyak 200 orang terdiri atas unsur pemerintah daerah, legislatif, akademisi/perguruan tinggi, tokoh masyarakat/gampong, aktivis LSM/NGO, pemuda/mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Koordinator Seminar, Kamal A Arif menambahkan, pihaknya ikut mengundang Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT selaku pembicara kunci (keynotespeaker), sedangkan panelis narasumber yang akan menyampaikan presentasinya antara lain Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc. (Ketua Umum Yayasan Beudoh Gampong/Guru Besar Institut Teknologi Bandung/Ahli Gempa dan Underground City dari ITB) yang akan menyampaikan materi tentang ‘Zona Rawan Bencana dan Tata Ruang Kawasan’, Prof. Dr. Teuku Safir Iskandar Wijaya, MA (Guru Besar/Dosen UIN Ar-Raniry) menyampaikan materi tentang ‘Pageu Gampong, Sebuah Kearifan Lokal’, Dr. Ir. Azwar Abubakar, MM (mantan menteri PAN & RB/mantan gubernur Aceh) mengangkat materi terkait Manajemen dan Ketahanan Sosial Masyarakat dalam Menghadapi Bencana, Dr. Hermansyah (Ahli Arkeologi) yang akan menyampaikan materi tentang ‘Manuskrip Gempa’, serta Andry W., Ph.D (Pakar Bambu/Dosen ITB) tentang Arsitektur Bambu.

Kegiatan tersebut dimoderatori Dr. Kamal A. Arif (Dosen Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung) dan Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia).(*/rel)

Apa Komentar Anda?

Komentar