Masjid ‘An-Nur Aceh’ di Lombok Mulai Pengecoran

443


ACEHTIME.COM | BANDA ACEH – Pembangunan kembali Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh sudah memasuki tahapan pengecoran lantai.

Peletakan batu pertama masjid yang hancur akibat gempa 7,0 SR pada 5 Agustus 2018 tersebut dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sabtu, 27 Oktober 2018 dan diharapkan rampung menjelang Ramadhan 2019. “Melihat dari progres pekerjaan, insya Allah target rampung sebelum puasa tahun depan bisa tercapai,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, HT Ahmad Dadek.

Masyarakat bergotong royong mengecor lantai Masjid An-Nur Aceh, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Foto direkam Senin (10/12/2018).DOK BPBA

Seperti diketahui, Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten paling hancur di NTB akibat gempa 7,0 SR menjelang Isya pada 5 Agustus 2018. Sehari pascagempa NTB, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerukan aksi solidaritas penggalangan dana kemanusiaan untuk Lombok di bawah koordinasi
Kepala Pelaksana BPBA dan Kadis Sosial Aceh dengan melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh.

Hingga posisi 28 September 2018 atau bersamaan terjadinya gempa Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dana yang berhasil dihimpun untuk Lombok mencapai Rp 1,3 miliar.

Pemerintah Aceh menyetujui donasi Aceh untuk Lombok digunakan untuk pembangunan masjid di zona bencana tersebut. Masjid yang dibangun adalah Masjid An-Nur, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara sebagaimana direkomendasikan Tim Aceh untuk Lombok yang ditugaskan untuk survei.

Dalam sambutannya ketika mendampingi Plt Gubernur Aceh pada peletakan batu pertama, Bupati Lombok Utara menabalkan nama ‘Masjid An-Nur Aceh’ untuk rumah ibadah bantuan pemerintah dan masyarakat Aceh tersebut.

Mulai pengecoran
Perancang sekaligus pengawas pembangunan Masjid An-Nur Aceh, Dr Ing Andry Widyowijatnoko, ST, MT yang juga Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) secara periodik melaporkan progres pekerjaan kepada Pemerintah Aceh melalui Kalak BPBA, HT Ahmad Dadek SH.

Dalam laporan terbaru yang dikirim pada 11 Desember 2018 diperlihatkan visual situasi pengecoran tempat wuduk dan lantai pertama di bagian dalam serta lantai atas dengan melibatkan gotong royong masyarakat dan jamaah Masjid An-Nur.

Sedangkan sehari sebelumnya, Dr Ing Andry Widyowijatnoko juga mengirim laporan yang memperlihatkan kesibukan pembongkaran bambu yang akan menjadi salah satu material bangunan masjid tersebut.

Seperti dilaporkan Andry sebelumnya, bangunan Masjid An-Nur Desa Gondang menerapkan struktur bangunan bambu dengan prinsip resiprokal, yaitu elemen-elemen struktur yang saling menopang antara satu dengan lainnya.

Elemen struktur dalam bangunan Masjid An-Nur adalah beberapa rangka bambu persegi panjang yang membentang sejauh 18 meter. Elemen ini kemudian disusun berlapis-lapis sehingga membentuk ruang dengan menopang satu sama lain.

“Pak Andry (arsitek dari ITB) secara ikhlas membantu merancang bangunan masjid ini. Insya Allah bangunan dengan struktur bambu ini tahan gempa dan indah,” kata Plt Gubernur Aceh yang juga seorang arsitek ketika peletakan batu pertam Masjid An-Nur Aceh di Lombok Utara.(*)

Apa Komentar Anda?

Komentar