Ini Titik-titik Rawan Longsor di Lintas Banda Aceh-Calang yang Harus Anda Waspadai

1112
Longsoran batu menutupi badan Jalan Nasional Banda Aceh-Calang di kawasan Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Senin (10/12/2018). DOK PUSDALOPS-PB BPBD ACEH BESAR
ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Bagi Anda yang menggunakan jalur darat pada lintasan Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh diingatkan untuk berhati-hati terhadap ancaman longsor terutama dari Banda Aceh-Calang (Aceh Jaya) melewati kawasan Kabupaten Aceh Besar dan sebaliknya.
Berdasarkan fakta yang terjadi selama ini dan hasil penelusuran acehtime.com, ada puluhan titik rawan longsor di Jalan Nasional Banda Aceh-Calang yang berjarak sekitar 149 kilometer. Titik-titik rawan longsor mulai dari kawasan Aceh Besar (pegunungan Paro dan Kulu).
Jika Anda dari Banda Aceh, kehati-hatian saat berkendara sudah harus Anda tingkatkan sejak memasuki kawasan Kecamatan Leupung, yaitu di Km 27 (kawasan Gampong Lamseunia, Aceh Besar) yang rawan longsor batu dari tebing gunung. Berikutnya di Km 29 kawasan Lhokseudu menjelang memasuki kawasan pegunungan Paro.
Di Gunung Paro, Anda harus berhati-hati di sekitar Km 33 karena rawan longsor tebing jalan (tanah liat bercampur batu) termasuk tumbangan pepohonan. Selanjutnya, saat melintasi Gunung Kulu, Kecamatan Lhoong, longsor tebing jalan dan tumbang pohon sering terjadi di Km 35 serta Km 42 hingga 44.
Setelah menyelesaikan Gunung Kulu, ancaman belum berakhir, karena ketika melintas di kawasan Gampong Pasi, Kecamatan Lhoong, pada Km 54 harus mewaspadai longsoran batu dari tebing bukit bekas pengerukan gunung ketika membangun jalan USAID tersebut. Masih di Kecamatan Lhoong, titik longsor juga harus diwaspadai di Km 58, kawasan Gampong Meunasah Lhok.
“Kewaspadaan harus semakin ditingkatkan ketika cuaca buruk, terutama hujan lebat,” kata Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh, Nasir Nurdin ketika melintas di Jalan Nasional Banda Aceh-Calang dengan tim acehtime.com beberapa hari lalu.
Gunung Geurutee di lintasan Banda Aceh-Calang yang masuk wilayah Kecamatan Jaya (Lamno), Kabupaten Aceh Jaya juga harus diwasdapai. Dinding batu pegunungan ini sering longsor menutup badan jalan, terutama pada sisi penurunan ke Kecamatan Jaya (Aceh Jaya).

Lamno-Calang
Meski pun sudah melewati tiga gunung dari arah Banda Aceh, yaitu Paro, Kulu, dan Geurutee namun hambatan bahkan ancaman masih tetap mengintai mulai dari Lamno hingga ke Calang (ibu kota Kabupaten Aceh Jaya).
Pada rentang jarak Lamno-Calang sekitar 75 kilometer tercatat sejumlah titik yang rawan longsor tebing jalan.
Seorang relawan RAPI Aceh Jaya, Maradona/JZ01QMH merincikan, selepas dari wilayah Lamno (Kecamatan Jaya), pengendara harus meningkatkan kehati-hatian saat memasuki Kecamatan Indra Jaya, di mana ada salah satu titik di kecamatan tersebut yaitu pada Km 75 sering terjadi longsor.
Selanjutnya, di Kecamatan Sampoiniet, pengendara harus meningkatkan kewaspadaan antara lain di Km 110 (kawasan Krueng No) dan Lhok Krueng (kawasan Gunung Keumala). Ke depannya ancaman masih harus diwaspadai yaitu di Kecamatan Setia Bakti (Gunong Malem) Km 130. Masih di Kecamatan Setia Bakti, beberapa titik di pegunungan Lhok Geulumpang juga sering terjadi longsor, antara lain di Km 132-133.
“Sejak sekitar tiga tahun pascatsunami, ruas Jalan Nasional Banda Aceh-Calang-Meulaboh relatif mulus dan lebar namun ancaman longsor menjadi salah satu potensi bahaya. Makanya tetap berhati-hati,” begitu diingatkan Ketua Forum PRB Aceh.(rel/SA)

Apa Komentar Anda?

Komentar