Bagi Anggota RAPI, HT tak Ubahnya Senjata, Maka Rawatlah Dia Termasuk Menjaga Baterai Tetap Awet

327
BATERAI HT/GOOGLE
ACEHTIME.com – Peran baterai bagi perangkat komunikasi seperti handy talky (HT) sangat penting agar alat komunikasi tersebut bisa berfungsi. Salah satu komunitas pengguna HT di Indonesia adalah organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Bahkan di kalangan anggota RAPI, HT diibaratkan senjata dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi bidang komunikasi.

Agar baterai HT Anda tetap berfungsi normal dan awet, maka setiap pengguna HT harus mengenali jenis baterai yang digunakan termasuk type perangkat yang sesuai dengan jenis baterai. Beruntung, teknologi baterai kini sudah lebih maju dari sebelumnya. Baterai teknologi terkini yang banyak digunakan terbuat dari bahan Lithium Ion dan Litium Polymer, yang lebih awet dan memiliki kemampuan menyimpan daya listrik lebih besar.

Dari beberapa literatur menjelaskan bahwa baterai HT akan lebih cepat habis biarpun hanya untuk monitor saja, karena saat receive kita menerima sinyal bergantian dari operator satu ke yang lainya, jadi HT akan selalu louding sistem pencarian sinyal, meski daya yang diserap tidak seberapa dibanding untuk transmit.

Hal yang paling simpel untuk memperpanjang umur baterai adalah dengan sedikit perawatan. Umur baterai rata-rata hingga 400 kali charge. Itu artinya, jika Anda melakukan pengecasan setiap malam, umur baterai Anda hanya bertahan 12-15 bulan.

Beberapa Jenis Baterai untuk HT

NiCD
Baterai jenis ini merupakan generasi pertama. Berkapasitas besar, baterai ini cocok untuk power yang besar. Sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan. Misalnya, pengisian ulang harus dilakukan pada saat dayanya benar-benar habis. Karena baterai NiCD memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.

NiMh (Nickel Metal Hydride)
Generasi selanjutnya adalah NiMH. Baterai isi ulang ini masih memiliki memory effect namun hanya bersifat sementara. Jika setiap saat Anda mengisi baterai hanya sebesar 60%, maka suatu saat baterai akan lupa bahwa masih ada ruang sebesar 40% yang belum terisi. Baterai akan menganggap 60% adalah 100% alias terisi penuh. Namun efek memori tersebut hanya terjadi pada tipe baterai lama seperti NiCad dan NiMH. Jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCD. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar-benar habis, namun dengan konsekuensi akan cepat habis. Tetapi kondisi ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.

Li-Ion (Lithium Ion)
Ketimbang dua generasi sebelumnya, tipe ini tak lagi memiliki memory effect. Jadi Anda bisa mengisi ulang tanpa menunggu baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki ”life cycle” atau siklus hidup yang lebih pendek. Bahkan apabila di-charge berlebihan baterai jenis ini akan menurunkan kemampuannya, ketimbang NiCD atau NiMH.

Li-Po (Lithium Polymer)
Ini generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya di atas baterai Li-Ion. Untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh beda dengan Lithium Ion. Namun, penanganannya harus ekstra hati-hati. Mengingat sifatnya yang ”liquid” dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah, yaitu biasanya menggelembung atau membengkak.
Kelemahan Li-Po justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu sampai dayanya habis atau lemah. Atau sebisa mungkin ketika ada peringatan baterai lemah. Bila Anda bisa melakukan pengecasan dua kali seminggu, berarti umur baterai Anda bisa mencapai 2-3 tahun. Jadi, lebih sedikit Anda melakukan pengecasan, maka makin lama pula umur baterai.

Tips Agar Baterai Awet

 1. Persingkat waktu pengecasan.
Cara yang paling efektif melakukan pengecasan yakni apabila HT dalam kondisi mati dan yang terpenting gunakan voltase dan ampere yang standar. Dengan memacu menaikkan voltase membuat baterai itu sendiri akan cepat panas sehingga mengakibatkan baterai HT akan cepat rusak.

 2. Jangan biarkan baterai habis.
Untuk tipe baterai Lithium Ion dan Polymer waktu pengecasan baterai sebaiknya tidak menunggu baterai benar-benar habis. Jadi begitu ada peringatan baterai lemah, silakan langsung di-charge.

 3. Jaga pada suhu normal.
Panas juga menganggu kemampuan baterai. Menghadapi temperatur terlalu panas akan memperburuk daya tahan baterai itu sendiri. Disarankan tidak melewati batas 15 derajat dari suhu ruang. Tidak heran bila di negara tropis, baterai memiliki daya tahan lebih rendah. Apakah suhu panas membuat masalah, ternyata suhu terlalu dingin juga membuat masalah bagi baterai Li-ion.

 4. Lepas bila tidak digunakan.
Teknik jitu, bila baterai tidak perlu digunakan sebaiknya dikeluarkan dari perangkat.

 5. Usahakan Running Low.
Idealnya, HT memang sebagai perangkat injing saja bukan base station. Lebih baiknya difokuskan bukan untuk melakukan direct atau komunikasi langsung tanpa melalui reapeater. Jika memang kualitas audio bisa diterima bagus pada running low maka hindari high power.

 6. Matikan bila memang tidak begitu perlu.
Mematikan atau memposisikan HT pada posisi off adalah cara yang paling sederhana dan masuk akal. Untuk itu, bila memang benar-benar tidak mengharuskan dalam posisi standby monitor atau menyampaikan berita darurat, sebaiknya dimatikan saja, apalagi pada saat jauh dari charger dan tidak memungkinkan ada tempat untuk mengisi ulang, misalnya saat pendakian gunung atau di tengah hutan.

 7. Hindari HT dari benturan dan percikan air
Salah satu sebab baterai boros karena adanya hubungan singkat (korsleting). Korsleting ini bisa disebabkan karena terjatuh atau terkena cairan. Untuk mengurangi efek negatifnya, sebaiknya gunakan pelindung.(dari berbagai sumber)

Apa Komentar Anda?

Komentar