Gempa 7 SR Kembali Mengguncang Lombok, Gunung Rinjani Bergemuruh

179
Salah satu dampak gempa 7 SR yang mengguncang Lombok pada Minggu (19/8/2018) malam. Foto/BBC News Indonesia
ACEHTIME.com – Gempabumi dengan kekuatan 7 SR kembali mengguncang Lombok dan daerah sekitarnya, malam ini, Minggu (19/8/2018) pukul 21.56 WIB. BMKG melaporkan pusat gempa di laut, 30 km timur laut Lombok Timur, NTB pada kedalaman 10 km.

Posko BNPB telah melakukan konfirmasi ke BPBD untuk mengetahui dampak gempa.

Guncangan dirasakan keras di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Lombok Barat, dan Kota Mataram selama 5-10 detik.

Gempa dirasakan sedang di Bali seperti di Jembrana, Kota Denpasar, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Kulungkung, dan Buleleng selama 5-10 detik. Guncangan ringan dirasakan di Jawa Timur bagian timur dan Makassar.
 
Masyarakat Lombok panik dan berhamburan ke luar rumah. Sebagian masyarakat histeris karena merasakan guncangan gempa yang lebih keras dibandingkan sebelumnya.

Masyarakat juga melaporkan mendengar suara gemuruh yang kemungkinan berasal dari longsoran di perbukitan dan Gunung Rinjani. Belum dapat dipastikan dampak gempa karena listrik padam dan komunikasi putus di Lombok Timur.
 
Listrik PLN padam di seluruh Lombok. Kondisi gelap gulita sehingga menyulitkan untuk memperoleh informasi dampak gempa.
 
Gubernur NTB telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Lombok untuk tetap waspada dan tenang. Bagi masyarakat di sekitar Sembalun dan Sambelia, Lombok Timur agar menjauhi perbukitan.

Masyarakat juga diingatkan menjauhi bangunan dan rumah yang sudah tidak memenuhi standar keamanan. Aktivitas pendidikan di berbagai tingkatan agar diliburkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian.
 
Di Kecamatan Sembalun Lombok Timur, evakuasi warga yang sedang dirawat di Pustu Sembalun menuju Rumah Sakit Lapangan Yonkes di Lapangan Sembalun. Masyarakat juga diarahkan mengungsi ke lapangan Sembalun. Beberapa rumah dan bangunan roboh.
 
Banyak bangunan roboh di Kecamatan Sambelia. Masyarakat berkumpul di lapangan dan di tempat yang aman.
 
Kepala BNPB, Willem Rampangilei telah berkoodinasi dengan Panglima TNI terkait pengiriman bantuan logistik dan peralatan menyusul gempa susulan 7 SR.

Pesawat-pesawat Hercules TNI di Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta  dan Lanud Abdurahman Saleh di Malang disiagakan untuk mengangkut bantuan, demikian juga kapal KRI.(redaksi)

Apa Komentar Anda?

Komentar