Endapan Lapuk Berusia 10 Juta Tahun Pemicu Gempa Lombok

149

 

Ignasius Jonan

ACEHTIME.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan sejumlah pemicu yang menyebabkan wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) didera gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR), Minggu (5/7/2018) pukul 18.46 Wita.

Untuk mengetahui apa pemicu gempa tersebut, Redaksi ACEHTIME.com mengutip penjelasan Menteri ESDM, Ignasius Jonan melalui keterangan tertulis sebagaimana disiarkan https://www.idntimes.com/news/indonesia.

  1. Gempa terjadi pada endapan berusia sekitar 10 juta tahun

Sebagaimana diketahui gempa yang mengguncang pada pukul 18.46 Wita itu terjadi di koordinat 8,37 Lintang Selatan (LS) dan 116,48 Bujur Timur (BT). Menurut Jonan, titik tersebut sudah berusia sekitar 600.000 hingga 10 juta atau dikenal dengan istilah Zaman Tersier hingga Zaman Kuarter.

“Pusat gempa berada di laut. Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api berumur Tersier hingga Kuarter, sedimen dan metamorf Tersier sampai Pra Tersier,” tulis Menteri ESDM.

  1. Endapan berusia jutaan tahun itu sudah lapuk

Jonan melanjutkan, endapan tersebut rawan gempa karena mengalami pelapukkan. Alhasil, gempa dari kedalaman 15 kilometer dan berjarak 27 kilometer dari timur laut Lombok Utara terjadi.

“Sebagian besar endapan tersebut telah tersesarkan dan terlapukkan. Pada endapan yang terlapukkan diperkirakan guncangan bumi akan lebih kuat, karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak, dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap guncangan gempa bumi,” begitu penjelasan Jonan.

  1. Gempa susulan hingga tsunami berpotensi terjadi

Berdasarkan posisi dan kedalaman gempa, diperkirakan sumber gempa berasosiasi dengan Flores Back Arc Thrust. Karena itu, sangat memungkinkan gempa susulan dan tsunami terjadi menyusul gempa utama.

“Menurut info dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, gempa bumi ini diperkirakan menimbulkan tsunami, sehingga sempat dikeluarkan peringatan dini,” tutup Jonan.(redaksi)

 

Apa Komentar Anda?

Komentar