Selama Januari-Juni 2018 Terjadi 1.134 Bencana di Indonesia

200
Ilustrasi

ACEHTIME.com – Data di Direktorat Perlindungan Korban Bencana Alam (PSKBA) Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2018 telah terjadi 1.134 bencana di Indonesia.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat mengatakan dampak dari bencana yang mencapai 1.134 tersebut menyebabkan 124 orang meninggal dunia, 427 orang mengalami luka-luka, dan 777.620 orang mengungsi.

Selain itu sebanyak 2.700 rumah rusak berat, 4.760 rumah rusak sedang, dan 12.672 rumah rusak ringan. 

Menurut Harry, jenis bencana antara lain Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk di Kabupaten Asmat Papua, gempabumi di Banten, tanah longsor di Bogor, erupsi Gunung Sinabung di Karo,  erupsi Gunung Agung di Bali, banjir di Cirebon dan Banyuwangi, gempa bumi di Banjarnegara dan Sumenep.

                 Peran Kemensos

Harry Hikmat menjelaskan peran Kementerian Sosial dalam penanggulangan bencana mencakup tiga hal besar, yaitu penguatan kapasitas sosial yang dilakukan pada tahap sebelum terjadi bencana,  asistensi sosial saat terjadi bencana, serta pemulihan sosial pada tahap lanjut setelah bencana.

Dirincikannya, pada tahap peningkatan kapasitas sosial Kemensos membangun Sistem Penanggulangan Bencana Bidang Perlindungan Sosial; menyiapkan sarana dan prasana pendukung; mengembangkan kapasitas SDM Tagana dan relawan sosial; membentuk Kampung Siaga Bencana; membentuk Forum Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal; sosialisasi, simulasi, dan gladi lapangan. 

Pada Tahap Asistensi Sosial, Kemensos melakukan mengerahkan Tagana dan relawan sosial lainnya untuk melakukan evakuasi dan asesmen; menyalurkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan) dan penanganan khusus bagi kelompok rentan; melakukan advokasi sosial dan layanan dukungan psikososial. 

Selanjutnya pada Tahap Pemulihan Sosial, Kemensos memberikan bantuan pemulihan berupa santunan sosial, jaminan hidup, dan bantuan stimulan lainnya; advokasi dan layanan dukungan psikososial serta melaksanakan rujukan.(*/SA)

 

Apa Komentar Anda?

Komentar