Gempa Guncang Lombok, Bali, dan Sumbawa

284
ILUSTRASI

ACEHTIME.com – Minggu, 29 Juli 2018 pukul 05.47.39 WIB, wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa diguncang gempabumi tektonik. Menurut BMKG, gempabumi ini berkekuatan M=6,4. 

Episenter gempa berada di koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT atau tepatnya di darat pada jarak 47 km timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kedalaman 24 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, ST, Dipl. Seis, M.Sc menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). 

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” tulis Rahmat dalam laporannya.

Menurut BMKG, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI), sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI. 

Hingga pukul 06.25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 11 gempabumi susulan (aftershock) yang paling kuat M=5,7.  Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(redaksi)

Apa Komentar Anda?

Komentar