Daftar 200 Muballig Versi Kemenag tanpa Nama Abdul Somad Semakin Kontroversi

163
Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR RI/Foto Kumparan.com

ACEHTIME.com – Tersiarnya daftar 200 muballig yang direkomendasikan Kemenag RI untuk mengisi ceramah keagamaan– tanpa nama Ustaz Abdul Somad—memicu kontroversi dan tanggapan berbagai kalangan, termasuk dari muballig yang masuk daftar itu sendiri.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, sebagaimana dilansir Tribunnews.com  mempertanyakan kualifikasi dari rekomendasi 200 muballig atau penceramah yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Taufik, banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh Menteri Agama terkait rekomendasi 200 muballig itu.  Sebelumnya, kata Taufik tidak ada pengumuman secara terbuka dari Kemenag kepada masyarakat mengenai kualifikasi muballig. Namun kemudian Kemenag mengumumkan rekomendasi 200 muballig.

“Terkait dengan rekomendasi 200 muballig rujukan dari Kemenag itu sangat tidak adil dan seolah tendensius. Karena banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh Kemenag. Pertama, kenapa harus hanya 200 muballig yang direkomendasi oleh Kemenag. Yang kedua kualifikasi apa yang diberikan oleh Kemenag terkait dengan proses rekomendasi itu. Kok tidak diumumkan di masyarakat terlebih dahulu secara terbuka,” kata Taufik saat dihubungi Sabtu (19/5/2018).

Ustaz Abdul Somad/Foto JawaPos.com

Taufik mengaku heran, 200 nama muballig yang dikeluarkan oleh Kemenag itu bersifat sementara. Kualifikasi dan seleksi yang ditentukan Kemenag pun tidak transparan.  Ia melihat masih ada ribuan ustaz dan ustazah, misalnya dari NU, Muhammadiyah, ataupun tokoh-tokoh dari ormas Islam yang lain yang layak masuk dalam rekomendasi mubalig itu.

“Dan bagaimana juga dengan mahasiswa-mahasiswa kita yang sekolah dakwah di perguruan tinggi Islam. Berarti mereka enggak boleh belajar muballig di situ? Jadi kalau namanya tidak masuk dalam rekomendasi Kemenag, tidak boleh belajar dakwah,” kata Waketum PAN tersebut.

Politisi Fahri Hamzah dalam akun Twitternya @Fahrihamzah, memberikan saran kepada Kemenag agar mengundang Ustaz Somad menjadi penceramah di Istana.

Lalu ia juga menambahkan kicauan bahwa Ustaz Somad, Habib Rizieq merupakan ustaz yang antiteroris tetapi semua memiliki hubungan yang buruk dengan Istana.

Tanggapan juga disuarakan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak yang namanya masuk dalam 200 muballig versi Kemenag.

Tapi dalam kicauannya Dahnil menganggap ustaz berilmu tinggi dan berakhlak baik seperti Ustaz Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, dan ustaz-ustaz lain juga pantas didengar oleh umat Islam.

Sosok Mbah Mijan yang kerap meramal para artis ini juga ikut mengomentari tentang tidak adanya nama Ustaz Abdul Somad pada 200 muballig rekomendasi Kemenag. Mbah Mijan menilai Ustaz Somad masih on the track dan ia sering melihat ceramahnya.

Tokoh lainnya, Fadli Zon tidak memberikan tanggapan resmi soal Ustaz Abdul Somad, tapi ia sempat me-retweet akun yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ustad Abdul Somad di hari yang sama dengan terbitnya 200 mubalig rekomendasi Kemenag.

Sebelumnya, Kementerian Agama merilis 200 nama penceramah yang telah memenuhi tiga kriteria yang ditetapkan pihaknya, yaitu mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

“Nama yang masuk memang harus memenuhi tiga kriteria itu. Namun, para muballig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

                                                                     Data sementara

Kementerian Agama memastikan nantinya akan menambah daftar penceramah yang menjadi referensi umat Islam dalam kegiatan syiar.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Agama, Mastuki sebagaimana dikutip dan dilansir Tribunnews.com, Jumat (19/5/2018) malam.

Ia mengatakan daftar 200 penceramah itu merupakan data awal atau sementara. Nantinya bila ada masukan, saran, atau usul dari masyarakat maka jumlah penceramah tersebut akan bertambah.

“List 200 orang itu data awal. Masih akan terus bertambah. Bahkan kalau punya usul, boleh juga disampaikan. Tentu mubalig yang kompeten, berpengalaman, dan komitmen kebangsaannya jelas,” kata Mastuki. “Data itu akan kita (Kemenag) update terus sesuai masukan masyarakat,” lanjutnya.(redaksi)

Apa Komentar Anda?

Komentar