Kasus Korupsi Najib Razak Jadi Duri di Pemerintahan Malaysia

149
Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak.

ACEHTIME.com – Dugaan korupsi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dinilai perlu diusut tuntas sebab kasus tersebut bisa menjadi duri dalam daging di politik pemerintahan Malaysia bahkan untuk ASEAN.

Hal itu diungkapkan peneliti senior LIPI, Adriana Elizabeth dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 mei 2018.

“Memproses Najib kalau ini enggak dilakukan ini akan jadi duri bagi politik Malaysia dan tentu juga enggak baik buat ASEAN,” ucap Adriana.

Mengenai dugaan rencana “pelarian” Najib ke Indonesia, menurut dia bisa jadi pilihan hanya lantaran jarak Malaysia dengan Indonesia yang cenderung dekat. Namun ditegaskannya, Indonesia sendiri juga punya komitmen yang serius dalam memberantas korupsi.

Namun belakangan diketahui bahwa Najib Razak batal bertolak ke Jakarta yang seharusnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Seperti diberitakan berbagai sumber media massa, Najib  diduga menerima miliaran Ringgit dalam simpanan di rekening pribadinya yang berasal dari dana negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) berdasarkan hasil investigasi internasional.

Enam tahun beroperasi, 1MDB juga dilaporkan memiliki utang hingga 42 miliar Ringgit atau setara Rp149 triliun yang memperjelas gambaran buruk pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Selain itu, dia diduga juga ada kaitannya penjualan kontrovesial 37 persen saham di Eagle High Plantations ke Felda seharga US$505,4 juta pada tahun lalu.

Apa Komentar Anda?

Komentar