Alumni SMAM Banda Aceh Laksanakan Meugang Bersama

303
DAGING meugang.

ACEHTIME.com | BANDA ACEH – Organisasi Alumni SMA Muhammadiyah (SMAM) Banda Aceh Lintas Generasi melaksanakan tradisi meugang bersama menyambut Ramadhan 1439 H. Meugang perdana pasca-terbentuknya organisasi alumni tersebut akan dilaksanakan pada 15 Mei 2018 atau dua hari menjelang masuknya Bulan Suci Ramadhan tahun ini.

Organisasi Alumni SMAM Banda Aceh Lintas Generasi terbentuk pada 18 Desember 2016 dalam satu pertemuan perwakilan alumni sejak leting 1980 hingga 2000-an.

Kegiatan organisasi tersebut tidak sebatas silaturahmi internal tetapi juga ke luar melalui jalinan kemitraan lintas organisasi maupun pemerintah. “Tradisi meugang yang kami laksanakan kali ini juga bagian dari penguatan silaturahmi antar-alumni,” kata Ketua Alumni SMAM Banda Aceh Lintas Generasi, Nasir Nurdin kepada ACEHTIME.com.

Menurut Nasir, di kalangan masyarakat Aceh tradisi meugang—baik meugang puasa maupun Idul Fitri—begitu kuat dan mengakar. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Pengurus Alumni untuk silaturahmi dengan cara meuripee (berpatungan) menyembelih sapi dan kemudian dagingnya dibagi-bagi untuk alumni yang ikut berpartisipasi.

“Pada kegiatan perdana tahun ini hampir 100 alumni dari berbagai leting ikut dalam kegiatan meugang bersama itu,” ujar Nasir didampingi Koordinator Pelaksanaan Meugang Alumni SMAM Banda Aceh Lintas Generasi, Waail Isten’s.

Lokasi pelaksanaan meugang menyambut Ramadhan tahun ini dipusatkan di Gampong Lamjabat. Panitia menyiapkan daging tumpok (setiap tumpok terdiri 2 kg daging bersih plus tulang dan jeroan) dengan uang meuripee setiap tumpok Rp 300.000. “Daging tumpok juga salah satu tradisi pelaksanaan meugang di Aceh,” timpal Waail.

Kuah beulangong

Selain meuripee daging tumpok, Alumni SMAM Banda Aceh Lintas Generasi juga menggelar kenduri kuah beulangong di lokasi pengambilan daging meugang.

Menurut rencana, akan disiapkan satu belanga (kuali besar) kuah daging sebagai menu utama untuk makan kenduri pada hari meugang tersebut. “Kita akan makan kenduri bersama termasuk kita hadirkan anak-anak yatim. Artinya, kita tidak hanya datang mengambil daging lalu pulang tetapi ada silaturahmi dalam tradisi tersebut,” pungkas Ketua Alumni SMAM Banda Aceh.(ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar