Terkait Hukum Cambuk di Lapas, Wabup Aceh Besar: Kalau Takut Sama HAM Suruh Cambuk Saja Sama Istri di Kamar

1325
Tgk. H. Husaini Abdul Wahab. foto/www.google.com

ACEHTIME.com | Banda Aceh – Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini Abdul Wahab secara tegas mengatakan akan tetap melaksanakan hukuman cambuk terhadap pelanggar syariat sebagaimana yang berlaku selama ini. Artinya, Pemkab Aceh Besar tidak akan melaksanakan hukuman cambuk di Lapas sebagaimana Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Acara Hukum Jinayat, sebagai landasan hukum pelaksanaan hukuman cambuk dilakukan di Lapas yang memicu pro-kontra.

“Kita sudah ada qanun (peraturan daerah). Kalau takut sama (orang) HAM lakukan di kamar tidur saja. Suruh cambuk sama istri. Kita bukan menerapkan hukum HAM di sini, kita menerapkan syariat Allah. Nggak ada urusan dengan HAM. (Orang) HAM yang datang ke tempat kita kalau mau ikut aturan kita silakan, kalau tidak silakan keluar dari Aceh. Kita nggak ada urusan dengan HAM,” begitu penegasan Wabup Aceh Besar menjawab wartawan dan disiarkan di berbagai media.

Kalau hukuman cambuk dilakukan di penjara, menurut Waled Husaini tidak ada maknanya. Dia menyerukan jangan takut kepada orang kafir, takutlah kepada Allah, itu baru namanya orang beriman. “Kalau masih takut kepada orang kafir, tidak takut kepada Allah itu munafik namanya.”

Hukum cambuk, lanjut Wabup Aceh Besar tetap akan dilakukan di depan umum. Dia mencontohkan hukum potong tangan (qishas) di Mekkah dilakukan di depan umum, bukan di dalam kelambu sama istri. “Harus takut kepada Allah (ittaqullah), bukan ittaqul-HAM,” demikian Waled Husaini.(*/ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar