Jawab Tantangan Generasi Milenial, Chairul Tanjung Akan Bangun Transmart di Banda Aceh

960
CHAIRUL TANJUNG. http://www.muvila.com

ACEHTIME.com | Banda Aceh – Chairul Tanjung, salah seorang pengusaha terkaya di Indonesia mengaku tertarik berinvestasi di Banda Aceh dan berencana akan membangun Transmart guna menjawab tantangan generasi milenial.

Niat investasi pria yang akrab disapa CT ini disampaikan saat bertemu Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Minggu (25/3/2018). CT yang sukses di bisnis media, retail hingga rekreasi di bawah bendera Trans Corp tertarik membangun Transmart yang juga akan menampung kuliner lokal Aceh dan akan digabungkan satu lokasi dengan kuliner kelas dunia.

“Pengunjung ingin kopi, nanti ada kopi Aceh dan Coffe Bean ada juga. Makanan juga seperti itu, ada Mi Aceh ada makanan luar juga, jadi pengunjung punya pilihan,” kata Chairul Tanjung pada pertemuan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.

Menurut pemilik CT Corp yang juga mantan Menko Perekonomian era Presiden SBY tersebut, sudah saatnya Banda Aceh memiliki pusat perbelanjaan dan hiburan yang lengkap termasuk wahana bermain anak, restoran/cafe yang mampu menampung banyak pengunjung.

Sebagai ibu kota provinsi, tentunya Banda Aceh butuh daya tarik yang tidak dimiliki daerah lain, agar masyarakat tidak ke luar daerah saat hari libur dan membelanjakan banyak uang di luar daerah. Apalagi di era generasi milenial yang menginginkan hal-hal baru.

“Ini generasi milenial, sebentar-sebentar selfie, lagi makan selfie, lagi shoping juga selfie. Kita tentu harus mampu menjawab tantangan ini,” tambah CT.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyambut baik keinginan Chairul Tanjung menanamkan investasinya di Banda Aceh.

Menurut Aminullah, karena belum memiliki pusat perbelanjaan yang lengkap dengan wahana bermain anak, restoran/cafe yang mampu menampung banyak pengunjung, makanya setiap liburan atau akhir pekan, masyarakat Banda Aceh banyak memilih ke luar daerah dan membelanjakan banyak uang di luar Banda Aceh.

Kepada Chairul Tanjung, Aminullah menyampaikan Banda Aceh merupakan daerah yang tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lainnya. Kota yang dipimpinnya mengandalkan sektor jasa, pendidikan, dan pariwisata.

“Kami masih memiliki sejumlah persoalan sosial, seperti kemiskinan 7%, pengangguran 12%. Semoga kehadiran Bapak di Banda Aceh akan memberi banyak manfaat bagi kota ini,” kata Aminullah.(ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar