Mendadak, Keuchik Peunayong Tarik Stempel dari Empat Kadus di Desanya

867
Keuchik Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, T Sabri Harun (kiri) saat pelantikan pada 4 Desember 2017. Foto http://diskominfo.bandaacehkota.go.id

ACEHTIME.com | Banda Aceh – Satu informasi mengejutkan disebarkan ke berbagai media oleh salah seorang tokoh Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh tentang penarikan stempel dan pemberhentian secara mendadak empat kepala dusun  (kadus) atau Ulee Jurong di gampong tersebut, Rabu (21/3/2018). Kebijakan mengejutkan itu dilakukan oleh Keuchik/Kepala Desa Peunayong, T Sabri Harun S.Ag.

Keuchik Peunayong, T Sabri yang dikonfirmasi ACEHTIME.com melalui hp-nya membenarkan laporan tersebut (penarikan stempel) tetapi bukan memberhentikan para kepala dusun. “Mereka tidak diberhentikan tetapi ini bagian dari proses untuk pemilihan kepala dusun dan itu pun akan kita rapatkan dulu dengan Tuha Peut pada hari Senin ini,” kata Sabri.

Ditanya kenapa harus menarik stempel, menurut Sabri agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik meskipun kepala dusun sedang dalam proses untuk pemilihan. “Yang pasti mereka bukan diberhentikan apalagi kalau ada laporan yang menyebut dipecat. Itu tidak benar,” katanya.

Tiga dari empat kepala dusun (Ulee Jurong) di Gampong Peunayong yang berhasil dihubungi ACEHTIME.com, Rabu (21/3/2018) malam, yaitu Dani Ulee Jurong Merpati, Ridwan Ulee Jurong Garuda, dan Zaini Ulee Jurong Cenderawasih membenarkan telah mengembalikan stempel ke kantor keuchik karena diminta oleh Kaur Pemerintahan. “Saya ditelepon oleh Bu Kaur Pemerintahan meminta pinjam stempel. Selanjutnya pada jam empat sore kami diundang rapat ke kantor desa. Memang sempat terjadi adu argumentasi antara keuchik dengan salah seorang Ulee Jurong. Kesimpulan yang saya tangkap adalah kami dibebastugaskan,” kata Dani.

Ridwan selaku Ulee Jurong Garuda juga membenarkan telah mengembalikan stempel ke kantor keuchik yang juga atas permintaan Kaur Pemerintahan. Namun, kata Ridwan, ketika rapat pada sore harinya dia berhalangan hadir sehingga tidak tahu bagaimana keputusannya. “Saya juga belum ketemu dengan kawan-kawan (kadus) yang lain,” kata Ridwan.

Tanggapan juga disampaikan oleh Zaini, Ulee Jurong Cenderawasih. Zaini membenarkan juga telah mengembalikan stempel ke kantor keuchik untuk kepentingan pemilihan Ulee Jurong baru. “Saya tak masalah, kita tunggu saja proses lebih lanjut,” kata Zaini yang mengaku sudah lebih lima tahun sebagai Ulee Jurong.(ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar