Lari Saat Ditangkap, BNN Aceh Tembak Dua Pengedar Narkoba

216
Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H (tengah) didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Aceh, Amanto memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus narkoba di Aceh. DOKUMEN HUMAS BNN ACEH

ACEHTIME.com | Banda Aceh – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh menembak dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu karena berusaha melawan dan melarikan diri setelah ditangkap di kawasan Kabupaten Aceh Besar.

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, M.H melalui Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Aceh Amanto, S.H, M.H di Banda Aceh, Minggu (11/3/2018), mengatakan, para tersangka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang menginformasikan adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Gampong Aje Pagar Air.

Berdasarkan laporan tersebut, BNN Provinsi Aceh menurunkan petugas menyelidikinya. Ternyata, informasi tersebut benar dan petugas menggerebek sebuah rumah dan menangkap para tersangka.

“Ada empat tersangka pengedar narkoba yang ditangkap. Dua kita beri tindakan tegas karena melawan petugas dan mencoba melarikan diri, dua lainnya ditangkap tanpa perlawanan. Keempat tersangka ditangkap di Gampong Aje Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 00.45 WIB dinihari,” kata Amanto sebagaimana dikutip Humas BNN Provinsi Aceh dalam siaran pers yang dikirim ke media.

Dua tersangka pengedar sabu-sabu yang ditembak berinisial R. Tersangka R mengalami luka tembak di kaki kiri dan seorang lagi berinisial M, luka tembak pada lengan kanan.

“Kedua tersangka yang ditembak tersebut merupakan warga Gampong Aje Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Penembakan dilakukan sudah sesuai prosedur,” kata Amanto.

Sedangkan dua tersangka lainnya yang ditangkap tanpa perlawanan berinisial SH dan RF. Keduanya warga Gampong Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Saat ditangkap, dua tersangka sempat diamankan petugas. Namun, keduanya melawan dan berusaha kabur. Petugas mengejar dan memberikan tembakan peringatan hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan mengenai kaki kiri dan lengan kanan tersangka.

Dari tangan para tersangka, petugas BNN Provinsi Aceh mengamankan 85 paket kecil sabu-sabu yang dibungkus dengan plastik bening. Kemudian, lima unit telepon genggam berbagai merek serta dua dompet hitam berisikan identitas diri berupa KTP dan SIM.

“Kini, para tersangka beserta barang bukti diamankan di Kantor BNN Provinsi Aceh guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kita berupaya mengungkap jaringan narkoba para tersangka. Dalam kasus ini para tersangka dijerat pasal 112 Jo 114 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Amanto. (*/ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar