Kolaborasi Tim PKK, DWP, dan LSM A for Aceh Mengawal Krueng Daroy sebagai Warisan Raja

312
Aksi bersih sampah di aliran Krueng Daroy, Banda Aceh, Sabtu (10/3/2018).FOTO DOKUMEN TP-PKK ACEH

ACEHTIME.com | Banda Aceh –Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Aceh dan LSM Peduli Lingkungan Hidup A for Aceh melaksanakan pengabdian sosial bidang lingkungan membersihkan aliran Krueng Daroy di Kota Banda Aceh dari polusi sampah.

Seorang pengurus TP PKK dan DWP Aceh, Dr. Harbiyah Gani, M.Pd melaporkan, gerakan perang sampah di aliran Krueng Daroy melibatkan juga aktivis mahasiswa Unsyiah dan komunitas kota. “Ini bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga aliran Krueng Daroy tetap steril dan menjadi salah satu daya tarik wisata yang sarat nilai sejarah,” kata Harbiyah.

Aksi bersih sampah di aliran Krueng Daroy dilaksanakan Sabtu (10/3/2018) pagi di kawasan Taman Putroe Phang, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Kegiatan itu dibuka oleh Ketua DWP/Koordinator Pokja Lingkungan Hidup PKK Aceh, Syamsiyarni Dermawan. “Ini kerja positif yang harus kita teruskan. Selama ini kita cenderung mengabaikan Krueng Daroy dipenuhi sampah dan kotor padahal ini adalah warisan sejarah yang wajib kita jaga. Saya baru pertama kali berada di lokasi ini, indah sekali,” kata istri Sekda Aceh tersebut sambil mengucapkan terima kasih kepada A for Aceh dan Pemko Banda Aceh atas kerjasama mengawal warisan sejarah. Selain membersihkan aliran Krueng Daroy dari sampah, juga dilakukan penebaran benih ikan.

Saiful dari A For Aceh yang juga dosen Teknik Kimia Unsyiah mengapresiasi kepedulian semua pihak untuk menjaga aliran Krueng Daroy dari sampah dan berbagai pencemaran lainnya. “Saya yakin semua kita peduli dengan Krueng Daroy, cuma selama ini kita masih terpencar-pencar sehingga daya geraknya menjadi kurang,” kata Saiful.

Menurut Saiful, pihaknya mencoba menginisiasi kembali semua kekuatan masyarakat berbasis swadaya dan swadana sendiri untuk melakukan satu gerakan yang diharapkan berkelanjutan di Krueng Daraoy sebagai warisan sejarah. “Kalau kita hanya mengandalkan dana biasanya berumur pendek, tetapi kalau semangat didasari kecintaan dan tanggung jawab sebagai warga kota akan berumur panjang,” katanya.

Krueng Daroy ini sendiri, lanjut Saiful digali oleh Sultan Iskandar Muda sebagai bukti kecintaannya kepada sang permaisuri, Putroe Phang (Putri Pahang). “Luar biasa memang kecintaan orang dulu, menggali sungai mengalirkan air dari gunung di Mata Ie untuk taman bermain permaisuri. Tidak ada apa-apanya cinta kita cuma setangkai bunga seharga Rp 15 ribu,” kata Saiful disambut tawa peserta aksi yang hadir di Taman Putroe Phang, termasuk Kadis PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin. (ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar