Identitas Warga Lam Isek, Kajhu, dan Lhokseumawe Ditemukan Saat Penggalian Kuburan Massal Korban Tsunami

1288
Tiga lagi identitas ditemukan pada kerangka korban tsunami di kuburan massal Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (3/3/2018). Ketiga identitas ini termasuk satu identitas sebelumnya diamankan oleh warga Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar yang melakukan penggalian untuk pemindahan kerangka korban tsunami tersebut ke lokasi baru di Miruek Taman. (FOTO DOKUMEN MASYARAKAT MIRUEK TAMAN)

ACEHTIME.com | Aceh Besar – Tiga lagi identitas ditemukan pada kerangka korban tsunami di kuburan massal Suleue, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Dengan laporan terbaru itu berarti sampai hari ini ada empat identitas yang ditemukan di kuburan massal korban bencana dahsyat 13 tahun lalu itu.

Informasi yang diterima ACEHTIME.com dari Jamalis, warga Gampong Miruek Taman, Kecamatan Darussalam yang ikut dalam proses pemindahan kerangka korban tsunami dari kuburan massal Gampong Suleue menyebutkan, tiga lagi identitas yang ditemukan itu berupa SIM B II Umum atas nama Muhammad Dahlan Jamil, alamat Desa Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Kota Lhokseumawe, kelahiran Paloh Awe 13-12-1969, pekerjaan pengemudi.

Berikutnya identitas berupa SIM C atas nama Fajri Sanofa, SH, warga Desa Lam Isek, Kecamatan Peukan Bada, kelahiran Lam Isek 04-07-1972, pekerjaan PNS.

Ditemukan juga identitas berupa Kartu Anggota Badan Perpustakaan Provinsi NAD atas nama Muslim, SH, pekerjaan Mhs. F. Hukum USK, alamat Komplek Mutiara Cemerlang, Kajhu.

Beberapa saat sebelum ditemukan ketiga identitas itu, pada lokasi yang sama juga ditemukan satu identitas lainnya berupa SIM C atas nama Anwar A. Rahman, alamat Dusun Barat, Lorong Musalla No. 5, Kopelma Darussalam, tempat/tanggal lahir Aceh Utara 06-09-1975, pekerjaan guru.

Baca: SIM C Ditemukan pada Kerangka Korban Tsunami, Ini Identitasnya

“Saya mendapat kabar ada beberapa warga yang mengaku dari keluarga Anwar A. Rahman sudah datang ke Miruek Taman termasuk ziarah ke perkuburan baru (pindahan dari Suleue),” kata Jamalis sambil menambahkan pihaknya sudah mengamankan semua identitas yang ditemukan.

Seperti diberitakan, warga Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 3 Maret 2018 memindahkan kerangka korban tsunami dari kuburan massal di Gampong Suleue, masih dalam wilayah Kecamatan Darussalam ke lokasi baru, perkuburan umum di Dusun Punteut, Gampong Miruek Taman.

Penggalian dan pemindahan itu dilakukan karena pemilik tanah lokasi kuburan massal di Suleue akan memanfaatkan lokasi itu untuk suatu keperluan yang lain termasuk diwakafkan untuk pembangunan masjid.

Pada proses penggalian dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis beko dipindahkan tidak kurang 70 kerangka yang seluruhnya dibalut plastik (terpal) hitam dan kemudian kerangka dikafankan dengan kain putih dan dikebumikan di lokasi baru di Miruek Taman dalam satu lubang besar memanjang dijejer sebanyak tiga shaf.(ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar