Kepala BNN: Dua Kilogram Sabu Beredar Setiap Bulan di Gayo Lues

458
Budi Waseso

ACEHTIME.com | Blangkejeren – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso  menyebutkan narkotika adalah persoalan sangat serius termasuk di Gayo Lues (Galus).

“Tercatat ada 10.000 penyalahgunaan narkoba di Gayo. Sebanyak dua kilogram sabu-sabu beredar setiap bulannya untuk  kawasan Gayo Lues (Galus),” ungkap Budi Waseso pada acara pencanangan penanaman kopi untuk mendukung program Grand Design Alternative Development di Kampung Agusen, Blangkejeren, Galus, Senin, 26 Februari 2018 sebagaimana dikutip oleh Humas Pemerintah Aceh dalam siaran pers-nya yang diterima ACEHTIME.com.

Secara nasional, menurut data 2016, ada 6,4 juta pengguna narkoba di seluruh Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan itu, setiap minggu dibutuhkan 6 ton narkotika. “Dalam setahun ada 300 ton sabu-sabu yang dikonsumsi masyarakat Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Buwas tersebut.

Komjen Budi juga memaparkan sabu-sabu produksi Cina yang beredar di Indonesia pada 2016 mencapai 250 ton. “Itu masih dari Cina saja. Kemarin kita tangkap 3 ton, dan angka itu belum sampai 10 persen dari peredaran sabu di Indonesia,” katanya. Angka itu, lanjut Budi mencatatkan lebih dari Rp 250 triliun belanja narkoba beredar dan menghancurkan generasi Indonesia.

Karena itu, lanjut Budi, BNN mencanangkan program pemberdayaan masyarakat dengan memberikan bantuan bibit dan pembiayaan penanaman tanaman alternatif. Untuk kawasan Gayo Lues, dipilih bibit kopi, karena kontur wilayah Gayo sangat memungkinkan untuk pengembangan perkebunan kopi.

Budi Waseso menyadari, selama ini para petani adalah korban. Mereka diperdaya pemilik modal. Begitu ada permasalahan hukum, petani yang menerima akibatnya.

Ia berharap, program itu bisa terus berlanjut sehingga ketergantungan masyarakat akan ganja bisa hilang dan nantinya mereka bisa diarahkan menjadi petani kopi.(rel/ril)

Apa Komentar Anda?

Komentar