Selebaran ‘Sampah’ tentang 11 Daftar Obat yang Dilarang BPOM Menyebar Lagi di Medsos

932

 

Ini selebaran hoax yang dibantah oleh BPOM hampir lima tahun lalu kini menyebar lagi di media sosial.

ACEHTIME.com | Banda Aceh – Pengumuman yang diterbitkan dengan mengatasnamakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang larangan mengonsumsi 11 merek obat —termasuk salah satunya di selebaran lain adalah larutan penyegar—kini beredar lagi di jejaring media sosial. Padahal sejak hampir lima tahun lalu BPOM sudah menyatakan pengumuman itu hoax, penipuan bahkan sampah.

Penelusuran ACEHTIME.com ternyata pengumuman yang pernah dibantah oleh Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BPOM, Budi Djanu Purwanto kini beredar lagi. Bahkan, di beberapa grup WhatsApp sudah muncul lagi postingan selebaran tersebut.

Sebelumnya, pada 2005-2006 selebaran gelap tersebut pernah disidik Cyber Crime Mabes Polri. Namun, si pengirim tetap saja mengirim secara rutin pengumuman tentang daftar obat-obatan yang dilarang itu dengan mengganti tanggal dan tahun.

Dalam pengumuman yang beredar saat ini, nama Kepala BPOM masih H Sampurno padahal sudah dua kali ganti, dan kini dijabat oleh Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP.

Pengumuman hoax tersebut menyebutkan ada 11 obat yang dilarang peredarannya dengan alasan PPA-nya lebih dari 15 persen. Bahkan obat-obatan tersebut disebut-sebut telah menyebabkan kematian sebanyak 13 orang.(*)

Apa Komentar Anda?

Komentar