Muspika Seulimuem Kumpulkan Tokoh dan Pimpinan Desa Antisipasi Kebakaran

539
Pertemuan Muspika Seulimuem, Aceh Besar dengan pimpinan desa dan tokoh-tokoh masyarakat di wilayah tersebut, di Warkop Jabal Noer, Seulimuem, Senin (19/2/2018) untuk komitmen bersama mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehubungan kemarau dan kekeringan yang melanda Aceh saat ini. FOTO BABINSA SEULIMUEM

ACEHTIME.com/ACEH BESAR – Kemarau yang berdampak kekeringan di sejumlah wilayah Aceh disikapi oleh Muspika Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar dengan mengumpulkan pimpinan desa dan tokoh masyarakat untuk komitmen bersama mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Informasi yang diterima ACEHTIME.com menyebutkan, pertemuan yang dimotori oleh Danramil 01/Seulimuem, Mayor Inf Mukalil tersebut terkait kondisi Aceh yang sedang dilanda kemarau dan kekeringan, termasuk di Aceh Besar, khususnya Kecamatan Seulimuem yang memiliki kawasan hutan dan lahan yang rawan kebakaran.

Pertemuan yang berlangsung di Warkop Jabal Noer Pasar Seulimuem, Senin (19/2/2018) mulai pukul 09.30 WIB diisi dengan pengarahan oleh Danramil Seulimuem didampingi Camat Seulimuem dan yang mewakili Kapolsek.

Peserta pertemuan berjumlah sekitar 50 orang dari perwakilan keuchik/kepala desa, perwakilan tokoh pemuda, Babinsa Koramil 01/Seulimuem, dan Babinkamtibmas Polsek Seulimuem.

Pada pertemuan itu, Danramil Seulimuem menegaskan beberapa hal untuk ditindaklanjuti, di antaranya larangan membuka lahan baru dengan cara membakar hutan, melakukan pemetaan potensi bencana kebakaran di Kecamatan Seulimuem terutama di perkampungan dan permukiman penduduk maupun pertokoan yang ada di wilayah Koramil 01/Seulimuem dan sekitarnya.

Juga ditegaskan tentang pentingnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran yang diakibatkan arus pendek listrik. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah pada tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kebakaran. “Apabila terjadi kebakaran segera menghubungi damkar terdekat atau Babinsa dan Babinkamtibmas,” demikian Mayor Mukalil.(rel)

Apa Komentar Anda?

Komentar