Perempuan Lebih Suka Lelaki Humoris Ketimbang Lelaki Romantis

Mengapa perempuan lebih suka lelaki humoris ketimbang lelaki romantis? Survei ini mengungkapkan alasannya.

168

ACEHTIME.com – Sebuah survei yang dilakukan Mens Health pada seribu perempuan dewasa usia 21-50 tahun melaporkan bahwa perempuan  mendambakan bersanding dengan lelaki humoris ketimbang lelaki romantis. Padahal selama ini kebanyakan orang percaya bahwa tipe lelaki ideal dalam bayangan banyak perempuan adalah yang kekar maskulin seperti Jason Momoa, Tom Hardy, atau Chris Evans.

Lelaki bertubuh tinggi besar memang terkesan lebih penyayang, protektif, dan bertanggung jawab, tapi fakta yang ditemukan dalam survei tersebut perempuan ternyata lebih memilih lelaki humoris.

Lantas, mengapa perempuan lebih mendambakan lelaki humoris untuk dijadikan pendamping hidup? Simak temuan sebuah survei yang dikutip dari Hello Sehat.

Perempuan Lebih Suka, dan Mudah Tertawa
Setiap orang bisa dan pasti akan tertawa, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Itu karena tertawa adalah refleks suara yang keluar tanpa bisa disadari atau dipaksa, yang menjadi bagian dari insting manusia yang paling primitif.

“Ketika tertawa, kita mengekspresikan luapan emosi primitif yang berasal dari dalam tubuh,” ungkap Robert R. Provine, PhD, pakar perilaku neurobiologis asal University of Maryland di Baltimore, dilansir dari WebMD.

Provine juga menemukan bahwa wanita bisa tertawa lebih sering dan lebih mudah daripada pria. Provine kemudian menambahkan, perempuan menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi untuk tertawa ketika merespon humor dan lelucon yang dilontarkan lawan bicaranya.

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Social Neuroscience pada 2013 menunjukan respon otak perempuan dalam menanggapi humor dan lelucon sudah terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Setelah mengamati 22 anak perempuan dan laki-laki berusia 6-13 tahun yang diminta menonton video-video lucu, otak anak perempuan menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi daripada otak anak laki. Terutama di bagian otak tengah yang bernama amigdala.

Amigdala adalah area otak yang memainkan peran kunci dalam mengolah emosi. Studi tersebut menyimpulkan bahwa anak perempuan merasakan kegembiraan dan menunjukkan respon positif yang lebih kuat terhadap hal-hal yang bersifat humor.

Ini menunjukan bahwa perempuan memiliki ketertarikan lebih besar dan lebih menghargai humor. Tidak heran jika ketika membicarakan tipe lelaki ideal, tidak sedikit perempuan yang memprioritaskan lelaki humoris ketimbang karakteristik lainnya.

Lelaki Humoris Lebih Diidamkan Menjadi Pendamping Hidup
Selain itu, lelaki humoris adalah penghibur yang baik. Tanpa disadari, hal inilah yang paling sering didambakan perempuan dalam mencari pasangan lelaki ideal.

Lelucon yang ia lontarkan di saat yang tepat ketika Anda sedang menghadapi situasi sulit dapat membuat Anda tertawa lepas. Tertawa akan memicu otak meningkatkan produksi endorfin, bahan kimiawi di otak yang bisa menghilangkan stres.

Lelaki humoris juga biasanya tidak membiarkan emosi mereka meledak-ledak dan lebih bisa tenang dalam menghadapi masalah. Menurut Jefry Hall, Ph.D seorang profesor ilmu komunikasi di University of Kansas, melontarkan lelucon bisa jadi perantara bagi lelaki tersebut untuk berbagi pengalaman dan cara pandang baru untuk masalah yang sedang Anda hadapi.

Hal ini menandakan kalau apapun masalahnya dan seberapapun rumitnya masalah yang Anda nantinya hadapi, Anda akan melewatinya bersama-sama dan bisa tersenyum sembari melewati prosesnya. Saling berbagi dan terbuka adalah salah satu tanda hubungan yang sehat.

Terlebih, sifat humoris juga bisa menandakan bahwa orang tersebut memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka yakin bisa membuat orang sekitarnya senang dan tertawa dengan apa yang dikatakan atau dilakukannya. Bahkan, alih-alih membanggakan dirinya sendiri di depan orang lain, cowok humoris biasanya lebih percaya diri untuk menertawakan dirinya sendiri di depan teman-temannya untuk tujuan menghibur.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Evolutionary Psychology pada 2015 melaporkan bahwa perempuan lebih menghargai usaha lelaki yang terus mencoba melontarkan lelucon, sekalipun mereka baru beberapa kali bertemu. Artinya, lelucon yang “receh” sekalipun bisa menjadi gerbang bagi perempuan untuk membuka diri dan mencoba lebih dekat dengan lelaki tersebut.

Apa Komentar Anda?

Komentar