Gunawan Djamil, Pekerja Kemanusiaan dari Banda Aceh Meninggal

2030
Almarhum Gunawan Djamil bersama istri dan putri semata wayang mereka.

ACEHTIME.com – Setelah berjuang melawan penyakit jantung yang menderanya selama beberapa tahun, akhirnya pada Selasa, 13 Februari 2018, sekitar pukul 18.00 WIB, seorang pekerja sosial dan kemanusiaan dari Kota Banda Aceh, Gunawan bin Muhammad Djamil (44) meninggal dunia di RSUZA Banda Aceh. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Berita berpulangnya Gunawan menyebar cepat di kalangan kerabatnya sesama relawan. “Dua hari lalu dilarikan lagi ke rumah sakit karena keluhan sesak. Akhirnya pada Selasa sore meninggal dunia,” kata Julizar/JZ01BKO, sahabat dekat almarhum sesama relawan RAPI.

Ketua RAPI Aceh, Nasir Nurdin/JZ01BNN memiliki banyak kenangan dengan sosok yang akrab dipanggil Kak Gun tersebut.
“Ketika masih segar-segarnya, meski bertubuh bongsor, tetapi Kak Gun begitu cekatan naik turun Gle Taron, bukit terjal di Mataie lokasi repeater RAPI dan juga PMI. Soal manjat tower yang tingginya hampir 100 meter, Kak Gun termasuk jagonya,” kenang Nasir dibenarkan Julizar selaku koordinator teknisi sejumlah repeater (radio pancar ulang) milik beberapa lembaga dan organisasi di Banda Aceh maupun Provinsi Aceh, termasuk RAPI.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Qamaruzaman Haqny yang juga relawan RAPI dengan callsign JZ01AKZ tampak sangat berduka mendapat kabar meninggalnya Gunawan.

“PMI kehilangan salah seorang relawan terbaik. Semoga pengabdian dan semangat kerelawanan almarhum menginspirasi kita semua. Keluarga besar PMI Kota Banda Aceh ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” kata Qamaruzzaman.

Ucapan duka terus mengalir. “Selamat jalan anandaku Gunawan Djamil. Engkau patriot kami, engkau relawan di tengah bencana,” tulis Rukaiyah Ibrahim Nain selaku Dewan Kehormatan PMI Kota Banda Aceh dalam akun facebook-nya.

Gunawan meninggalkan seorang istri bernama Mahfuzah binti Ramli (41) dan seorang putri, Alia Safrina (11) yang masih duduk di kelas iV SD 46 Banda Aceh.

Kediaman almarhum di Desa Rukoh, Jalan Lingkar Kampus Darussalam, sejak jenazah dibawa pulang dari rumah sakit terus didatangi pelayat, termasuk rekan-rekan almarhum sesama relawan.

Ketua RAPI Lokal Syiah Kuala, M Kasim/JZ01BCE yang ikut mendampingi keluarga almarhum mengatakan, jenazah akan dikebumikan Rabu, 14 Februari 2018 di perkuburan keluarga di Desa Rukoh.(*)

Apa Komentar Anda?

Komentar