Jubir Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Oknum-oknum yang Menyebarkan Usulan Dana Operasional Juru Bicara

1359
Saifullah Abdulgani

ACEHTIME.com – Salah seorang dari dua Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengucapkan terima kasih kepada oknum-oknum yang telah membantu menyebarkan draft usulan biaya operasional jubir yang pada akhirnya mereka memutuskan untuk mencabut usulan Rp 1 juta sehari atau Rp 750 juta setahun tersebut

Sekitar dua jam sebelum memutuskan mencabut usulan anggaran yang mereka sebut biaya
komunikasi dengan stakeholders tersebut, SAG sempat mengirim penjelasan tertulis menyangkut usulan yang kontroversi itu.

Menurut SAG, dengan adanya (bantuan) oknum-oknum menyebarkan draft usulan biaya operasional sebesar Rp 1 juta sehari atau Rp 750 juta setahun, masyarakat teredukasi bahwa juru bicara tidak dapat memfasilitasi hal-hal yang memiliki konsekwensi anggaran—termasuk ucapan selamat atau ucapan duka melalui media massa.

Sempat pula dijelaskan oleh SAG, biaya komunikasi dengan stakeholders yang diusulkan dalam anggaran 2018 diharapkan dapat dialokasikan dalam anggaran belanja Biro Humas Setda Aceh dengan ketentuan; bila tersedia anggaran, bisa dialokasikan, dan dapat dibelanjakan, sesuai ketentuan perundang-undangan dalam pengelolaan anggaran daerah.

Apabila usulan tersebut tertampung maka mekanisme penggunaannya akan dilakukan sesuai kebutuhan (at cost) dan pengeluarannya dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan pengelolaan anggaran pada Biro Humas Setda Aceh

“Kami tegaskan bahwa biaya yang diusulkan itu untuk dialokasikan dalam bentuk anggaran belanja Biro Humas Setda Aceh, sama sekali bukan untuk diambil, dipegang, atau dikelola oleh juru bicara,” tandas SAG.

Dia juga menggarisbawahi, apabila usulan biaya operasional silaturahmi dan komunikasi juru bicara dengan stakeholders dinilai tidak pantas maka kami mencabut kembali usulan tersebut.

Dalam kenyataannya, Juru Bicara Pemerintah Aceh memutuskan mencabut usulan tersebut. “Jika memang itu keputusannya, berarti usulan itu memang tidak pantas,” kata seorang pengamat mengomentari klimaks dari kontroversi usulan dana operasional Jubir Pemerintah Aceh.(*)

Apa Komentar Anda?

Komentar