Ngerii.. Gadis 5 Tahun Dikorbankan untuk Ritual Persugihan

471

ACEHTIME.com – Dua orang perempuan di Massachusetts, Amerika Serikat, mengikat dan membakar seorang gadis berusia 5 tahun.

Menurut keterangan pihak kepolisian, tindakan tersebut dilakukan pelaku sebagai bagian dari ritual voodoo untuk membebaskan iblis yang membuat gadis itu berperilaku tidak wajar.

Pelaku yang bernama Peggy LaBossiere dan Rachel Hilaire itu juga mengancam akan memotong kepala kakak laki-lakinya yang berusia 8 tahun dengan golok, seperti dilansir Associated Press, Minggu (4/2).

Menurut kesaksian kakak laki-lakinya tersebut, sang adik saat itu diikat, wajahnya dibakar dan lengannya disakiti menggunakan benda tajam semacam jarum.

Kedua pelaku yang masing-masing berusia 51 tahun dan 40 tahun itu menolak dituduh telah melukai dan mengancam kedua anak tersebut. Mereka juga menyatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan penganiayaan, penyerangan dan tuduhan lainnya.

Menurut keterangan polisi, Peggy adalah klien ibu dari gadis 5 tahun itu yang bekerja sebagai seorang penata rambut. Ibu gadis itu sendirilah yang meminta agar Peggy melakukan ritual Voodoo pada anaknya.

Saat ini sang ibu belum dituntut dan sedang mendapatkan perawatan kesehatan mental. Sementara Peggy dan Rachel akan menjalani sebuah sidang di Pengadilan Tinggi Brockton pada Rabu (7/2) untuk menentukan apakah mereka terlalu berbahaya atau tidak jika dilepaskan.

Surat kabar lokal menyebut bahwa keduanya pernah melakukan ritual voodoo sebelumnya yang melibatkan teman dan keluarga. Dalam ritual itu, mereka menggosokkan kemenyan, minyak kayu putih, dan garam laut ke tubuh mereka sambil merapalkan doa-doa.

Mereka mengatakan, anak-anak kadang terbakar ketika roh meninggalkan tubuh mereka.

Sementara gadis yang menjadi korban pelaku saat ini mengalami luka bakar tingkat tiga pada wajahnya. Dia bersama kakaknya tengah dirawat di rumah sakit dan mendapat perlindungan untuk kepentingan pengusutan kasus ini.

Voodoo merupakan praktik kepercayaan yang dikembangkan berabad-abad lalu oleh orang Afrika yang menjadi budak di Karibia, khususnya Haiti.(uzone.id)

Apa Komentar Anda?

Komentar