Pramugari Diwajibkan Berpakaian Muslimah Saat Masuk Aceh Besar

2201
Ilustrasi

ACEHTIME.com – Bupati Aceh Besar mengirim surat ke sejumlah maskapai penerbangan yang salah satu penegasannya mewajibkan pramugari berbusana muslimah saat memasuki wilayah Aceh Besar.

Surat Nomor 451/651/2018 Tanggal 18 Januari 2018 yang sudah menyebar di berbagai media sosial tersebut ditujukan kepada GM Garuda Indonesia, GM Lion Air, GM Batik Air, GM Citylink, GM Sriwijaya Air, GM Wings Air, GM Air Asia, dan GM Firefly.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali mendasari suratnya pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Akidah, Ibadah, dan Syiar Islam serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Sehubungan dengan itu dipandang perlu untuk mensinergikan sekaligus dukungan dan kerja sama untuk mencegah segala tindakan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, adat istiadat, dan etika masyarakat Aceh,” tandas Bupati Aceh Besar dalam salah satu poin surat tersebut.

Dalam surat tersebut Bupati Aceh Besar meminta kepada semua maskapai penerbangan yang memasuki wilayah Kabupaten Aceh Besar agar mentaati segala Peraturan dan Undang-Undang Syariat Islam yang berlaku di wilayah Aceh secara umum dan Aceh Besar secara khusus.

Surat tersebut juga menegaskan tentang kewajiban pramugari mengenakan jilbab/busana muslimah yang sesuai dengan aturan syariat Islam.

Pada butir terakhir surat tersebut Bupati Aceh Besar meminta kepada semua pihak supaya dapat bekerjasama dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Sejauh ini belum didapat konfirmasi dari Bupati Aceh Besar maupun dari pihak maskapai penerbangan menyangkut tindak lanjut surat tersebut.(*)

Apa Komentar Anda?

Komentar