Waspadai Potensi Gempa “Ekstra” Pada 2018

1194
Ilustrasi

(Dirangkum Editor acehtime.com dari Berbagai Sumber)

ACEHTIME.com – SEJUMLAH ilmuwan asal Amerika Serikat mengingatkan potensi lonjakan kuantitas gempa secara signifikan pada 2018. Warning tersebut dikeluarkan pada 2017 sebagaimana dikutip dan dilansir The Guardian, Minggu 19 November 2017.

Para ilmuwan meyakini lonjakan kuantitas gempa disebabkan oleh melambatnya rotasi Bumi yang memicu aktivitas seismik yang intens, terutama di wilayah tropis yang padat penduduk.

Meskipun melambatnya rotasi itu cukup kecil—sekitar 1 milidetik—-namun dampak yang dihasilkan dapat memicu peristiwa alam yang cukup signifikan, yakni pelepasan sejumlah besar energi bawah tanah yang memicu aktivitas seismik.

“Korelasi itu menunjukkan bahwa akan terjadi peningkatan jumlah gempa bumi yang hebat pada 2018,” kata Roger Bilham dari University of Colorado in Boulder.

Bilham dan rekan, Rebecca Bendick dari University of Montana in Missoula, mencapai kesimpulan itu dengan menilik lindu berkekuatan 7 SR dan yang lebih besar yang terjadi sejak 1900.

Dari data itu, Bilham dan Bendick menemukan beberapa periode tahun ketika gempa berskala besar terjadi secara signifikan dan lebih banyak dibandingkan dengan periode tahun lain.

“Pada lima periode itu, ada 25 sampai 30 gempa dalam setahun. Sementara pada periode lain, hanya ada rata-rata 15 gempa per tahunnya,” papar Bilham.

Kedua ilmuwan itu pun lantas melakukan pemeriksaan dan menemukan korelasi antara aktivitas seismik intens dengan variasi dan fluktuasi rotasi Bumi.

“Perputaran Bumi sedikit berubah sekitar 1 milidetik per hari. Kami mengukurnya secara akurat menggunakan jam bertenaga atom.”

Lantas, Bilham dan Bendick menemukan bahwa telah terjadi periode sekitar lima tahun ketika rotasi Bumi melambat. Periode itu kemudian disusul oleh lonjakan kuantitas gempa bumi untuk beberapa waktu ke depan.

Baca: Bangunan Anda Harus Tahan Gempa Jika Tinggal di Wilayah Berikut Ini

“Dari pengukuran itu, Bumi seakan menawarkan kita suatu prediksi mengenai potensi gempa di masa yang akan datang, setidaknya per-lima tahun ke depan,” ujar Bilham.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Bilham dan Bendick mencapai suatu prediksi bahwa pada 2018 akan terjadi lonjakan lindu.

“Rotasi Bumi sudah melambat sejak empat tahun lalu. Maka, kesimpulannya jelas. Tahun 2018 kita harus mempersiapkan atas terjadinya peningkatan yang signifikan dalam jumlah gempa bumi,” katanya mengingatkan.

“Tahun ini (2017) sudah ada enam lindu. Tahun 2018 bisa sekitar 20,” tambahnya.

Meski begitu, makalah yang ditulis oleh Bilham dan Bendick tidak menjelaskan secara detail mengapa pelambatan rotasi Bumi mampu berkorelasi dengan peningkatan aktivtas seismik. Selain itu, meski Bilham dan Bendick memprediksi bahwa gempa ‘ekstra’ pada 2018 nanti akan terjadi di wilayah Bumi tropis, keduanya jug tak mampu menentukan titik persisnya.(*)

Apa Komentar Anda?

Komentar