Bangunan Anda Harus Tahan Gempa Jika Tinggal di Wilayah Berikut Ini

594
Ilustrasi

ACEHTIME.com – “Bukan gempa yang membunuh tapi runtuhan bangunan.”

Begitulah kalimat yang sering dilontarkan oleh pakar-pakar geologi dan aktivis kebencanaan.

Peringatan itu seharusnya bisa diartikan sebagai bagian kesiapsiagaan menghadapi bencana karena kita (Indonesia) memang ditakdirkan hidup di negeri rawan bencana. Berbagai persiapan harus kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana, seperti gempa, tsunami, tanah longsor, banjir, gunungapi, puting beliung, dan lainnya.

Konstruksi bangunan tahan gempa adalah kebutuhan yang mutlak di wilayah Indonesia khususnya di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Artinya, jika Anda tinggal di pulau-pulau tersebut, maka bangunan dengan konstruksi tahan gempa menjadi mutlak adanya.

Baca: Waspadai Potensi Gempa “Ekstra” Pada 2018

Ya, korban jiwa bukan karena gempanya tapi karena bangunanya. Bangunan yang tidak kuat lalu roboh dan menimpa penghuninya. Gempa adalah keniscayaan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam setahun rata-rata kejadian gempa di Indonesia mencapai 6.000 kali.

Kita tidak tahu pasti kapan gemp akan terjadi. Untuk itu perlu meningkatkan kewaspadaan. Persiapan dan mitigasi menghadapi gempa harus ditingkatkan.

Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti. Iptek belum mampu memprediksi secara pasti kapan, dimana, dan berapa skala gempa akan terjadi.

Oleh karena itu jika menerima informasi akan terjadi gempa bahkan dengan spesifik mengatakan besar, waktu, dan lokasi maka harus diyakini itu adalah hoax. Jangan ikut-ikutan menyebarkan di medsos yang hanya bisa memicu kepanikan. (editor acehtime.com dari berbagai sumber)

Apa Komentar Anda?

Komentar