Militer dan Intelijen Turki Temui Rusia. Ada Apa?

133
Sebuah kelompok paramiliter di Azaz, utara Suriah, terlihat mengangkat panji mereka dan senapan serbu AK-47 Jumat (19/1/2018). Kelompok tersebut ikut dalam kubu Turki untuk menggempur kelompok paramiliter Kurdi Suriah, YPG, di Afrin yang dituduh sebagai teroris.(Nazeer al-Khatib/AFP)

ACEHTIME.com – Panglima militer dan kepala intelijen Turki dilaporkan terbang ke Rusia Kamis (18/1/2018) waktu setempat.

Diwartakan AFP Sabtu (20/1/2018), kepergian dua pejabat tersebut mempunyai agenda untuk menginformasikan rencana mereka menyerang Afrin.

Afrin, yang terletak utara Suriah dan didominasi oleh Suku Kurdi, dituduh Turki sebagai sarang teroris.

Tuduhan itu merujuk kepada adanya dua organisasi milik Kurdi Suriah. Yakni paramiliter Unit Perlindungan Rakyat (YPG), dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Dua kelompok tersebut ditengarai sering menimbulkan aksi teror di negara pimpinan Recep Tayyip Erdogan tersebut.

Adapun seperti diberitakan AFP, dua pejabat tersebut adalah Jenderal Hulusi Akar dan Hakan Fidan.

Direktur lembaga konsultan MENA, Verisk Maplecroft menyatakan, kedua pejabat itu mempunyai misi untuk mendapat “restu” Rusia.

Sebab, kata Maplecroft, Rusia mempunyai pangkalan militer di Afrin. Selain itu, Afrin merupakan wilayah Suriah yang notabene adalah sekutu dekat Rusia di Timur Tengah.

Moskwa juga dilaporkan mempunyai hubungan dengan YPG yang menjadi salah satu kekuatan utama paramiliter Suriah ketika memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Turki tidak akan menyerang Afrin baik dari darat maupun udara sebelum menerima persetujuan dari Rusia,” terang Maplecroft.

Sejak kabar dua pejabat Turki tersebut ke Rusia menyeruak, militer Negeri Beruang Merah dilaporkan mulai melakukan mobilisasi keluar dari Afrin.

“Kabar tersebut tidak benar,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dengan tegas.

Sementara itu, sembari dua pejabatnya ke Moskwa, Turki mulai mengerahkan kekuatan militernya ke Afrin.

Selain mengerahkan kendaraan lapis baja dan personel reguler, mereka juga membawa kelompok paramiliter.

Dikabarkan Anadolu via Al Jazeera, ada 20 bus yang membawa Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) dari Provinsi Kilis pada Jumat (19/1/2018).

Sebelum konvoi bus diberangkatkan, Turki telah menempatkan sekitar 15.000 orang FSA di timur Afrin.

“Situasi di Afrin semakin memanas setelah Turki menempatkan kekuatannya,” demikian reportase Al Jazeera.(Kompas)

Apa Komentar Anda?

Komentar